Zenium dot ID
, JAKARTA — Perusahaan otomotif dari Cina semakin meluaskan sayapannya meski perang perdagangan yang dipicu oleh Presiden Donald Trump kian panas. Mereka menginvestasikan sumber daya dalam pengembangan mobil listrik yang dikombinasikan dengan teknologi kecerdasan buatan.
artificial intelligence
(AI) bahkan bergerak sangat cepat melewati lawannya.
AI telah menjadi elemen krusial dalam kemajuan mobil listrik di China. Melalui teknologi AI, produsen lokal tersebut mendorong inovasi guna menciptakan kendaraan yang tak sekadar memenuhi kebutuhan sekarang tapi juga era mendatang agar jadi lebih hemat.
Xpeng merupakan salah satu produsen otomotif dari Tiongkok yang aktif dalam pembuatan mobil listrik berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan ini menyatakan bahwa mereka sudah menciptakan chipset bernama Turing AI Chip, yang memiliki kemampuan perhitungan sebesar tiga kali lebih tinggi daripada chipset lain di pasaran.
Turing AI Chip
, versi Xpeng, diharapkan akan dipakai secara luas mulai bulan 2/2025.
“Inovasi ini bakal diberlakukan pada semua kendaraan tenagai AI, pesawat terbang otomatis, serta bidang robtics, sehingga mendukung penggabungan teknologi antar sektor,” ungkap CEO He Xiaopeng saat acara Xpeng’s Global Brand Night, yang digelar di Hong Kong, Cina, Senin (15/4/2025).
Dalam catatan
Bisnis
Perkembangan teknologi, khususnya kendaraan berbasis AI di China, meningkatkan permintaan untuk chip semikonduktor. Sebagian besar produk ini masih berasal dari Amerika Serikat (AS). Meskipun begitu, kebijakan proteksionisme yang diluncurkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump menimbulkan ketakutan akan gangguannya pada rantai pasok atau supply chain dunia.
Selain itu, Trump mengharuskan produsen chip Amerika Serikata mendapatkan izin khusus jika ingin mengeksport produk mereka ke Cina dan Hong Kong. Sebagai contoh, salah satu perusahaan pemproduksi chip kenamaan dari AS yang bernama NVIDIA diperkirakan dapat merugi hingga ratusan triliun karena aturan baru pemerintah Trump ini.
Meskipun begitu, tindakan Amerika Serikat yang sebelumnya menyulut peperangan chip di tahun 2023 itu mungkin tidak akan memberi dampak signifikan. Bahkan, produsen Tiongkok khususnya mereka yang fokus pada teknologi seperti Xpeng, tetap melanjutkan pengembangan chipset demi memenuhi permintaan produk mobil listrik bertenaga AI-nya. Dicirikan bahwa prosesor dari Xpeng justru dipandang lebih handal daripada yang dimiliki oleh NVIDIA.
Xpeng Turing AI Chip mengubah paradigma dalam bidang mobilitas di masa yang akan datang. Dirancang khusus untuk beragam perangkat seperti kendaraan AI, bot robotik, serta mobil terbang, chip buatan Xpeng ini turut memperkuat upaya pengembangan tersebut.
Mobilitas otonom dan meningkatkan kapabilitas fitur sistem bantu mengemudi canggihnya yakni ADAS.
CEO Xpeng, He Xiaopeng, dengan jujur menyatakan bahwa chipset Xpeng dapat menyelesaikan kendala dari chipset umum yang biasanya tidak optimal dalam menggunakan sumber daya perhitungan ketika merespons kebutuhan model artificial intelligence. Dia melanjutkan: “Tim XPENG sedang menciptakan chipset AI bernama Turing guna meningkatkan efisiensinya. Chipset ini dilengkapi dengan prosesor berintikan 40 dan sanggup menjalankan model-model dengan parameter hingga 30 miliar di tempat langsung.”
Untuk kendaraan berbasis AI yang akan datang, XPENG akan mengimplementasikan sejumlah chip AI Turing. Produksi massal serta pengintegrasian ke dalam kendaraan di wilayah Tiongkok daratan direncanakan terjadi pada kuartal ini.
Luncurkan X9
Xpeng secara resmi sudah mengumumkan peluncuran Xpeng X9 ke pasar MPV di hadapan audiens global pada acara bertajuk Xpeng’s Global Brand Night. Acara tersebut digelar di Hong Kong, Tiongkok, pada hari Selasa tanggal 15 April 2025 semalam.
CEO Xpeng, He Xiaopeng menyatakan bahwa kendaraan X9 memakai perangkat lunak otonom untuk berkendara sendiri dari satu area parkir hingga berhenti di area lainnya tanpa campur tangan manusia. Tambahan pula, mobil ini dilengkapi dengan teknologi charging supercepat sehingga bisa meningkatkan range operasional sejauh 405 kilometer cuma dalam waktu singkat yaitu 10 menit saja.
Pemanfaatan Baterai AI 5C membuat kemungkinan untuk meningkatkan jarak tempuh sebesar 1 kilometer cuma dengan sekali charging yang berlangsung selama satu detik. Bahkan proses pengisian ulang baterainya dapat mencapai tingkat charge hingga 80% hanya dalam kurun waktu 12 menit atau bahkan lebih singkat dibandingkan saat melakukan isi ulang daya pada smartphone.
XPeng X9 hadir dengan gaya desain yang canggih dan mewah mirip mobil SUV premium yang dapat memuat sampai tujuh orang penumpang (tipe 7-penumpang). Dalam hal kinerja, XPeng X9 dilengkapi dengan sistem elektrik XPower 800V yang memberikan daya puncak sebesar 370 kW serta torsi mencapai 640 Nm, sehingga bisa melaju dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 5,7 detik.
Saat membahas tentang jarak tempu, XPeng X9 dinyatakan dapat mencapai hingga 702 kilometer sesuai dengan tes siklus uji kendaraan ringan China (CLTC). Konsumsi energi dari mobil ini adalah 16,2 kWh setiap 100 km.
Xpeng X9 diklaim sebagai minivan yang mendapatkan nilai tertinggi pada tes keamanan tabrakan dan dilengkapi dengan 14 teknologi keselamatan terdepan, seperti rem otomatis darurat. Teknologi tersebut memperkuat posisi amannya X9, bahkan ketika menghadapi situasi paling berbahaya sekalipun.
Berikut adalah daftar harganya per unit untuk Xpeng X9: mulai dari 359.800 Yuan (RMB) untuk varian jarak tempuh maksimal 650 km, kemudian 379.800 Yuan (RMB) untuk tipe dengan daya jelajah super panjang sejauh 740 km, diikuti oleh versi all-wheel drive performa tertinggi mencapai 702 km dengan banderol 399.800 Yuan (RMB), serta edisi Starship dengan rentang terbang 702 km berharga 419.800 Yuan (RMB).
penetrasi Xpeng dalam pasar global
Berikut sekedar informasi tambahan: di situs web resminya, Xpeng merupakan salah satu pembuat mobil listrik berasal dari Tiongkok. Di bulan Maret tahun 2025, Xpeng berhasil mengantarkan sebanyak 33.205 Kendaraan Listrik Cerdas (Smart EV), yang mana hal tersebut meningkat sebesar 268% dibanding periode setahun sebelumnya. Jumlah itu pun melebihi angka 30.000 unit untuk kelima kalinya secara beruntun.
Pada kuartal awal tahun 2025, XPENG berhasil mengirimkan sebanyak 94.008 unit mobil listrik pintar, naik tiga kali lipat dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Di waktu bersamaan, perusahaan juga merambah pangsa pasarnya secara internasional dengan masuk ke pasar Indonesia.
XPENG dibentuk di tahun 2014.
Untuk merombak mobilitas di masa depan menggunakan kekuatan AI. Sampai penutupan tahun 2024, jumlah keseluruhan unit Xpeng yang terkirim sudah melebihi angka 600.000 kendaraan, dan sekitar 140.000 unit kendaraan baru berhasil dikirm hanya dalam satu tahun yaitu pada 2023.
XPENG juga sudah meluaskan jangkauannya hingga lebih dari 30 negara dan daerah, menjadikannya merk mobil listrik ramah lingkungan asal Tiongkok yang utama dalam hal ekspor. Negara ini telah menjadi motor penggerak di belakang kemajuan dan kreativitas kendaraan listrik secara global. Persentase pasar negara itu untuk kendaraan berenergi baru (NEW) sudah mencapai titik penting dan masih terus meningkat dengan pesat.
Daftar Mobil China Paling Laris di Indonesia
Pada saat yang sama, Gaikindo melaporkan bahwa serangkaian merk mobil dari Tiongkok bersaing untuk menunjukkan penjualannya yang tertinggi di Indonesia selama paruh pertama tahun 2025.
Xpeng belum muncul dalam catatan itu sebab mereka belum secara resmi menjual produk di Indonesia, meskipun sudah meluncurkan Xpeng G6 dan X9 pada bulan Februari tahun 2025 yang lalu.
BYD Motor Indonesia saat ini berada di posisi teratas untuk penjualan mobil asal Tiongkok, mendorong kedua merek yaitu Wuling dan Chery ke bawah di pasar dalam negeri.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD berhasil menjual sekitar 5.718 unit kendaraan dalam tiga bulan awal tahun 2025, mengungguli Wuling yang hanya meraup penjualan 4.795 unit.
Hingga saat ini, kendaraan listrik BYD yang tersedia di pasaran Indonesia meliputi BYD Sealion 7, BYD M6, BYD Atto 3, BYD Seal, serta BYD Dolphin.
Di sisi lain, untuk lini kendaraan listrik bebas emisi (BEV) dari Wuling terdapat Wuling Air EV, Wuling Binguo EV, serta Wuling Cloud EV. Sementara itu, dalam kategori hybrid adalah Wuling Almaz Hybrid.
Selanjutnya, di posisi ketiga dalam daftar mobil Cina paling laris adalah Chery dengan total penjualan mencapai 4.399 unit pada triwulan pertama. Beberapa varian dari Chery meliputi Chery J6, Chery Omoda E5 EV, Chery Omoda 5, serta Chery Tiggo 7 dan Tiggo 8.
Sementara itu, sub-merek premium BYC bernama Denza mencatat penjualan wholesales sejumlah 2.524 unit dari Januari hingga Maret tahun 2025, walaupun baru diperkenalkan di awal tahun tersebut. Varian perdana yang dirilis adalah model MPV mewah berbasis elektrik dengan nama Denza D9 dan harga jualnya mencapai Rp950 juta.
Beberapa merek mobil asal Tiongkok dengan penjualan tertinggi tersebut meliputi Aion dengan total 1.201 unit, Morris Garage (MG) dari SAIC Group yang berhasil menjual sebanyak 545 unit, DFSK mencapai angka 243 unit, Geely menghasilkan 242 unit, Tank meraih 226 unit, serta Neta mendapatkan 198 unit.
Secara umum, selama kuartal I/2025, penjualan mobil wholesales mengalami penurunan 4,7% menjadi 205.160 unit, dibandingkan dengan periode serupa di tahun sebelumnya yaitu 215.250 unit.
Penjualan mobil di segmen ritel juga merosot 8,9% menjadi 210.483 unit dari total 231.027 unit yang tercatat pada periode sama tahun 2024.
Leave a Comment