Zenium dot ID

, JAKARTA – Perusahaan otomotif dari Swedia,
Volvo
resmi meluncurkan SUV
plug-in hybrid electric vehicle
(PHEV) versi terbarunya, yakni
XC90
Perawatan facelift yang ditawarkan dengan harga Rp2,75 miliar.

CEO dari Volvo Car Indonesia, Yoshiki Terawaki menyebutkan bahwa mobil Volvo XC90 akan berkompetisi dalam kategori SUV mewah dan diprediksikan akan mendapat sambutan yang baik di pasaran Indonesia.

“Berfokus pada keyakinan, keterbukaan, serta inovasi; kita akan selalu menyajikan pengalaman mobil mewah yang memenuhi keperluan dan ekspektasi konsumen kami,” ungkap Terawaki ketika meluncurkan Volvo XC90 di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Melihat spesifikasinya, dari segi penampilan, SUV Volvo XC90 teranyar ini menghadirkan grill depan yang baru dan berani bersama dengan desain lampu depan LED yang semakin tipis.

Berubah ke dalam ruang kabinnya, kendaraan tersebut dilengkapi dengan sistem hiburan interior touchscreen berukuran 11,2 inci yang diproduksi oleh Google, serta dukungan untuk Apple CarPlay dan fitur kontrol suara yang tertanam.
voice command
).

Melihat dari sisi mesinnya, Volvo XC90 dilengkapi dengan
powertrain plug-in hybrid
Recharge T8 yang menggabungkan mesin bensin berkapasitas 2.0 liter bersama dengan motor listrik serta baterai sebesar 19 kWh, sehingga dapat mencapai jarak tempu hingga 70 kilometer.

Mobil ini diperlengkap dengan sistem Pilot Assist dari Volvo, yakni teknologi pencegah bentrokan serta asisten kemudi yang memungkinkan peningkatan keselamatan bagi para pengendaranya.

Dengan spesifikasi tersebut, Volvo XC90 yang sudah diperbarui ini ditawarkan di pasaran Indonesia dengan harga sebesar Rp2,75 miliar.
on the road
(OTR) Jakarta.

Sebaliknya, volume penjualan Volvo di Indonesia tetap rendah. Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan Volvo tercatat sebagai berikut:
wholesales
baik ritel hanya mencapai 23 unit sepanjang kuartal I/2025.

Sementara itu, penjualan kendaraan bermotor dalam negeri sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Di paruh pertama tahun 2025, yaitu pada kuartal I, angka penjualan mobil masih stagnan.
wholesales
merosot 4,7% menjadi 205.160 unit, dibandingkan dengan periode serupa di tahun lalu yang mencapai 215.250 unit.

Penjualan mobil di segmen ritel juga menurun 8,9% menjadi 210.483 unit dari 3 bulan awal tahun 2024 yang lalu dengan angka 231.027 unit.

Tags:

Share:

Leave a Comment