Zenium dot ID, BANJARNEGARA
— Layanan Indah Emas alias Sistem Integrasi Percetakan Kartu Identitas Anak dan Kartu Keluarga di Pusat Kesehatan Masyarakat diperkenalkan secara resmi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banjarnegara di Hotel Fox Harris Banjarnegara, pada hari Rabu tanggal 16 April 2025.
Pelepasan acara dimulai dengan upacara pengetukan gong yang dilakukan oleh Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Teguh Setyabudi, pada kesempatan Rakor Adminduk di kabupaten Banjarnegara.
Tien Sumarwati, kepala dinas Dindukcapil Kabupaten Banjarnegara, menyebut bahwa fasilitasi ini memberikan kesempatan bagi warga Banjarnegara yang bersiap untuk melahirkan di Puskesmas agar menerima tiga jenis dokumen yaitu sertifikat lahir bayi, kartu identitas anak, serta buku induk keluarga versi terupdate.
Layanan Adminduk cantik emas tersebut tersedia di semua puskesmas kabupaten Banjarnegara.
“Hari ini juga dilakukan penandatanganan MoU dengan tiga rumah sakit swasta dan lima rumah bersalin,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Zenium dot IDpada Kamis (17/4/2025).
Menurut Tien, sejumlah terobosan dalam layanan sudah diterapkan dan diharapkan akan membuat proses administrasi kependudukan menjadi lebih mudah serta lebih dekat dengan masyarakat.
“Diharapkan seluruh penduduk di Banjarnegara dapat memperoleh dokumen identitas secara sederhana,” jelasnya.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, memberikan apresiasinya terhadap usaha yang dilakukan oleh Dinkesdukcapil Banjarnegara untuk meningkatkan layanan administrasi kependudukan melalui penciptaan beberapa ide kreatif.
Bupati Amalia menganggap bahwa inovasi ini merupakan bentuk pelayanan terbaik yang diberikan oleh Dindukcapil Banjarnegara kepada publik.
Satu di antara kreasi Pandursaluring (Layanan Administrasi Kependudukan dari Desa dan Kelurahan secara Online) telah mendorong Kabupaten Banjarnegara menjadi model dalam hal administrasi kependudukan.
“Ini adalah terobosan baru dari Si Cantik Emas yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses dokumen kependudukannya dengan lebih praktis kapan pun dan di mana pun. Kami sangat berterima kasih atas inovasinya,” ujarnya.
Bupati pun mengekspresikan ucapan terima kasih kepada semua pegawai administratif kependudukan, termasuk mereka yang bertugas di kantor camat, desa maupun kelurahan, atas kontribusi mereka untuk meningkatkan layanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Banjarnegara.
Selanjutnya, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Teguh Setyabudi, menekankan bahwa layanan adminduk perlu memberikan kebahagiaan kepada masyarakat. Layanan tersebut harus teliti, presisi, akurat, serta tanpa biaya.
“Saya ingin mengekspresikan penghargaan atas tindakan Dindukcapil Banjarnegara yang terus melakukan inovasi untuk mendekatkan layanan kepada publik, sehingga hal tersebut membantu warga dalam proses penanganan Adminduk,” katanya.
Dia juga menyebutkan bahwa terkait dengan layananadminkuk, bukan hanya soal pencatatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Terdapat berbagai macam hasil pengelolaan administrasi kependudukan yang mencakup sekitar 20 jenis dokumen, seperti akta kelahiran, kartu identitas anak (KIA), kitas, surat pindahan, akte pernikahan, akte perceraian, hingga akte kematian dan hal-hal lainnya.
“Ini memang tidak termasuk dalam layanan dasar, tetapi Adminduk menjadi fondasi untuk seluruh layanan,” tegasnya. (anr)
Leave a Comment