Zenium dot ID–

Carlo Ancelotti menyebutkan masalah kontraknya dengan Real Madrid usai tim berjuluk Los Blancos itu tereliminasi oleh Arsenal dari ajang Liga Champions.

Real Madrid dikalahkan agregat 1-5 oleh Arsenal. Juara bertahan tersebut gagal pada kedua kali pertandingan.

Arsenal berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-0 di leg pertama dan meraih hasil akhir 1-2 saat bermain away di Santiago Bernabeu pada Kamis (17/4/2025) dinihari waktu Indonesia Timur.

Berkat kemenangan tersebut, Arsenal berhasil maju ke babak semifinal Liga Champions UEFA musim 2024/2025.


Carlo Ancelotti buka suara

Setelah pertandingan tadi pagi, Carlo Ancelotti sang pelatih Real Madrid memberikan komentarnya tentang masa depannya di tim tersebut.

Menurut laporan Kompas.com pada hari Kamis, tanggal 17 April 2025, Ancelotti tetap berkontrak sampai musim panas tahun 2026.

Akan tetapi, posisi mereka dapat dikacaukan bila gagal mendapatkan satupun trofi di akhir musim ini.

Ketika ditanya tentang kontraknya, Ancelotti memilih untuk diam.

“Ancelotti mengatakan dia tidak dapat membahas hal tersebut pada saat ini,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers pasca pertandingan.

Mungkin di akhir tahun ini atau tahun depan ketika kontrak saya berakhir…

Tidak apa-apa. Namun setelah selesai di sini, saya akan mengucapkan terima kasih kepada klub.

Mungkin esok hari, setahun dari sekarang, atau bahkan sepuluh tahun mendatang, namun saya akan tetap bersyukur pada klub ini. Hanya itu. Titik.

Ancelotti tetap memiliki peluang untuk meraih juara La Liga meskipun harus mengejar rival utamanya, Barcelona, yang menduduki posisi tertinggi dengan 70 poin sementara Real Madrid mengumpulkan total 66 angka.

Musim ini masih tersisa tujuh pertandingan lagi. Los Blancos juga bakal bertarung melawan Barcelona di partai puncak Copa del Rey pada hari Sabtu (26/4).

Meskipun begitu, Carletto menyatakan bahwa musim ini timnya dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Sudah banyak prestasi yang kita capai dalam beberapa musim belakangan ini, namun di tahun ini kita perlu bersabar,” ungkap sang juara liga champions sebanyak lima kali itu.

“Segalanya tidak berjalan seperti yang diharapkan, tetapi dalam olahraga itu terjadi karena tidak ada tim yang tidak terkalahkan.”

Menurut laporan dari Bolasport.com, Real Madrid secara keseluruhan menguasai permainan di paruh pertama dengan memiliki bola selama 68% dan melakukan 6 tendangan, dibandingkan dengan hanya 4 tendangan yang dilancarkan oleh Arsenal.

Baru masuk menit kedua, jala gawang The Gunners bergetar saat umpan tusukan Vinicius Junior dipantulkan dada Kylian Mbappe.

Namun, gol tidak valid karena Mbappe keburu offside.

Arsenal memang kurang sering menciptakan peluang menyerang, tetapi begitu memiliki kesempatan, mereka sangat berpotensi untuk mengancam.

Bukayo Saka mengeluarkan tendangan pertamanya yang hanya berselisih sedikit dari mistar gawang milik Thibaut Courtois.

Kiper dari tim Belgia tersebut kemudian menghasilkan penyelamatan luar biasa saat mendorong tendangan membentuk lengkungan yang dilakukan Saka ke luar sasaran.

Konflik pecah saat wasit mengarahkan titik putih untuk Arsenal karena pelanggaran Raul Asencio yang mendorong Mikel Merino jatuh.

Pemain lama dari Real Madrid, Martin Odegaard, pada awalnya menggenggam bola dan terlihat seperti dia yang akan mengeksekusi.

Tetapi, ia menyerahkannya kepada Saka.

Monyet, sayap kanan tim nasional Inggris tersebut tidak berhasil mencetak gol karena tendangannya diblokir oleh tangan kirinya Courtois.

Beberapa detik berikutnya, hakim garis mengarahkan titik putih bagi Real Madrid usai Mbappe kelihatannya dirayakan oleh Declan Rice.

Wasit memeriksa situasi itu dengan cermat selama beberapa waktu guna mengkonfirmasi putusannya menggunakan teknologi VAR sebab terdapat kemungkinan offside pada peristiwa tersebut.

Pada akhirnya dia membatalkan pemberian tendangan penalti dan justru mengeluarkan keputusan offsides terhadap Mbappe.

Menginjak 45 menit selanjutnya, kedua kesebelasan tetap seimbang dalam mengembangkan serangan.

Arsenal serta Real Madrid sama-sama menyerang dengan gencar dan berusaha membuat kans yang membahayakan.

Terdapat permintaan tendangan penalti dari Real Madrid ketika Jude Bellingham jatuh, namun wasit memilih untuk mengabaikannya.

Seru mencetak gol, Los Blancos justru kemasukan karena tendangan keras Saka yang melintasi tubuh Courtois usai mendapatkan bola dari umpan Merino.

Hanya saja, kelebihan Meriam London segera dibalas dua menit setelahnya karena kesalahan William Saliba.

Karena berhasil menguasai bola di daerah pertahanan timnya, Vinicius melewati bek Arsenal tersebut dan menjebol gawang lawan.

Skornya berakhir seri 1-1, namun Arsenal tetap unggul signifikan secara agregat.

Kehadiran serangkaian ancaman tambahan di menit-menit terakhir justru dimaksimalkan oleh The Gunners untuk mencetak gol yang memastikan kemenangan mereka.

Gabriel Martinelli lah yang menyulitkan Madrid lewat finishing apik ketika bertemu satu lawan satu dengan Courtois.

Perlawanan Los Blancos hanyalah ilusi belaka, dan mereka harus puas melihat semifinal Liga Champions dari pinggir lapangan untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

Di sisi lain, The Gunners kembali memasuki tahap semifinal setelah terakhir kali pada tahun 2009 dan saat ini siap bertemu dengan PSG.

Artikel ini sudah dipublikasikan di
Kompas.com
dan
Bolasport.com

Tags:

Share:

Leave a Comment