Zenium dot ID

– Gagalnya Real Madrid lolos ke semifinal Liga Champions musim 2024/2025 usai dikalahkan oleh Arsenal dengan total skor akhir 1-5 pada hari Kamis (17/4/2025), menjadikan banyak cerita pahit terutama untuk Kylian Mbappe.

Mungkin tidak akan ada yang membantah bahwa Mbappe dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia usai era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Kinerjanya yang luar biasa sejak membela AS Monaco dan PSG sampai saat ini di Real Madrid menunjukkan hal tersebut sebagai bukti.
valid
kualitas dari sosok Mbappe.

Dalam tim nasional, pencapaian Mbappe semakin mengesankan. Salah satu di antaranya adalah ia menjadi pemain Prancis yang memenangkan Piala Dunia 2018 ketika masih berumur 18 tahun.

Gol-gol Mbappe yang mengesankan baik untuk klub maupun tim nasional terus menunjukkan bahwa dia adalah salah satu pemain papan atas dunia.

Pada tingkat klub, pencapaian gol Mbappe sangat mengesankan untuk umurnya yang masih muda yaitu telah mencapai 316 gol bersama tiga tim yang berbeda.

Pada tingkat tim nasional, Mbappe merupakan salah satu penyerang paling produktif dengan catatan 48 gol dari total 86 pertandingan yang dijalani.

Secara trofi, Mbappe sudah meraih banyak kejuaran seperti Piala Dunia, Liga Domestic di Prancis, sampai Piala Super Eropa.

Meskipun demikian, gelar bergengsi yang hingga kini masih menanti Mbappe yaitu trofi Liga Champions memang belum diraihnya.

Ia menjalani debut di Liga Champions bersama AS Monaco tepatnya saat masih berusia 17 tahun 9 bulan melawan Bayer Leverkusen.

Harapan Mbappe untuk bisa memenangkan trofi si Kuping Besar alias Liga Champions seakan selalu berakhir dengan kekecewaan.

Ini terjadi karena Mbappe tidak pernah berhasil mengantarkan timnya meraih posisi puncak di ajang Liga Champions.

Dengan AS Monaco, Mbappe berhasil mengantarkan tim ke babak semifinal namun sayangnya mereka kalah dari Juventus di musim 2016/2017.

Ketika berpindah ke PSG, Mbappe nyaris memperoleh trofi Liga Champions pertamanya sebelum akhirnya dikalahkan oleh Bayern Munich di partai final pada tahun 2020 silam.

Peluang Mbappe untuk mengantarkan PSG meraih juara Liga Champions sebetulnya ada tahun kemarin, namun perjalanan mereka berakhir setelah dikalahkan oleh Borussia Dortmund.

Akhirnya, Mbappe memilih untuk tidak mengulur waktu dan langsung pindah ke Real Madrid, yang saat itu adalah sang raja Liga Champions serta juara bertahan di musim tersebut.

Dengan imajinasi untuk meraih trofi Liga Champions yang belum pernah diraihnya sebelumnya, pindah ke Real Madrid pasti merupakan langkah yang bijak.

Akan tetapi, faktanya adalah bahwa Real Madrid malah tereliminasi di fase perempatfinal dan secara resmi gagal untuk mempertahankan posisi juara mereka.

Penggeboman Real Madrid terhadap Arsenal dengan total skor 1-5 di babak perempatfinal Liga Champions menyingkirkan harapan Mbappe.

Harapan Mbappe untuk secara langsung memenangkan trofi Liga Champions di musim debutnya bersama Real Madrid tiba-tiba sirna.

Ketika Mbappe perlu mengubur impiannya meraih gelar Liga Champions pada musim ini, kondisi sebaliknya terjadi di PSG, tim yang dulunya adalah klub lamanya.

PSG yang sudah kehilangan Mbappe di musim panas kemarin malah bermain dengan performa impresif dan tetap mempertahankan peluang untuk meraih gelar Liga Champions.

Setelah mengalahkan Aston Villa di perempat final, PSG selanjutnya akan bertemu dengan Arsenal, yang dikenal sebagai tim yang memblokir langkah Real Madrid di tahap berikutnya.

Bila tim PSG yang sekarang dilatih oleh Luis Enrique berhasil memenangkan Liga Champions musim ini, hal tersebut akan menjadi pukulan berarti bagi Mbappe.

Ini terjadi karena PSG baru saja meraih gelar Liga Champions pertama mereka, cukup cepat setelah kepergian Mbappe yang hanya berlangsung satu musim.


(Zenium dot ID/Dwi Setiawan)

Tags:

Share:

Leave a Comment