Laporan yang disampaikan oleh jurnalis dari Zenium dot ID, Silmi Sirati Suailo


‎


‎MASOHI,Zenium dot ID

Menanggapi epidemi diare yang melanda Pulau Rhun Kecamatan Banda Maluku Tengah seminggu yang lalu, Wakil Bupati Mario Lawalata mengadakan pertemuan tertutup bersama Dinas Kesehatan (Dinkes).

‎

Rapat terbatas yang diadakan Rabu (16/4/2025), Wakil Bupati mengonfirmasi bahwa layanan kesehatan telah beroperasi dengan efisien.

‎

Terlibat dalam rapat tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan, Jali Talaohu, bersama dengan beberapa kepala bagian. Sementara itu, Wakil Bupati dihadapan oleh Zahlul Ikhsan, yang merupakan Staf Ahli Bupati untuk Urusan Pembangunan dan Hubungan Masyarakat.

‎

Beberapa topik kesehatan menjadi pembicaraan utama dalam rapat tertinggi itu. Isunya meliputi respons terhadap epidemi diare yang terjadi di Pulau Rhun, permasalahan stunting beserta langkah-langkah untuk mengatasinya, dan strategi mendistribusikan ulang personel medis ke daerah Kabupaten Maluku Tengah.

‎

“Tadi dalam rapat, kita membahas tentang masalah stunting dan bupati meminta kita fokus pada upaya-upaya preventif terkait hal tersebut,” jelas Mario Lawalata.

‎

Mario mengatakan bahwa selain masalah stunting, untuk menjamin pelayanan kesehatan berfungsi dengan optimal, Pemerintah akan mendistribusikan ulang personel medis ke fasilitas kesehatan yang ada di tingkat Kecamatan sampai Desa.

“Sudah pasti bahwa distribusi layanan kesehatan harus merata, kami tidak boleh membiarkan puskesmas satu memiliki staf medis berlebih sedangkan di lokasi lain kekurangan tenaga medis. Kami akan melakukan penilaian,” tegasnya.

‎

Pada pertemuan tersebut, Mario menyampaikan pesan agar dinas bekerja dengan penuh perhatian. Ia menekankan bahwa hal ini penting untuk mencapai penyelesaian masalah kesehatan yang cepat dan tepat. Dia mengajak semua pihak untuk mendukung pendekatan seperti itu.

‎

Wakil Bupati menyebut bahwa terkait dengan intervensi petugas kesehatan pada masyarakat Pulau Rhun yang terkena diare, hingga saat ini tak ada laporan kasus baru sejak pandemi diare menjangkit penduduk pulau tersebut.

‎

“Sudah dikonfirmasi tadi bahwa telah ada penanganan medis di tempat itu dan tak terdapat kasus baru. Rupanya warga jatuh sakit karena diare disebabkan adanya distribusi makanan yang sudah kedaluwarsa di area tersebut. Saat ini, pihak berwenang juga telah menyita produk makanan tersebut,” paparnya.

‎

Berkenaan dengan insiden tersebut, Wakil Bupati menyarankan penduduk agar berhati-hati dalam membeli dan mengonsumsi makanan. “Harap pastikan tanggal kedaluwarsanya,” katanya. (*)

Tags:

Share:

Leave a Comment