Zenium dot ID
Berikut adalah profil serta informasi pribadi dari Wowiek Prasantyo yang juga dikenal sebagai Bossman Mardigu.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) telah menunjuk beberapa pejabat baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di tahun buku 2024 pada hari Rabu, tanggal 16 April 2025.
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, meluncurkan tim manajemen baru Bank Pembangunan Daerah (BPD) lewat postingannya di akun Instagram pribadinya. Ia menyebut bahwa anggota tim ini telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jada Keuangan (OJK).
Pemimpin Mardigu secara resmi diangkat oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi Komisaris Utama Independen untuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB).
Di samping Bossman Mardigu, Dedi Mulyadi juga mengangkat Helmy Yahya menjadi Komisaris Independen di PT Bank BJB.
Penunjukkan Bossman Mardigu serta Helmy Yahya disampaikan secara langsung oleh Dedi Mulyadi usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BJB yang berlangsung di Menara BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, pada 19 April 2025.
Mardigu Wowiek diangkat menjadi komisaris utama independen untuk Bank bjb pada rapat umum pemegang saham tahunan Bank bjb yang diselenggarakan dalam rangka buku tahunan 2024.
Pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tersebut, Bank BJB telah memilih enam anggota dewan komisaris baru serta melengkapi enam posisi dalam jajarandirektur.
Profiling dan Informasi Pribadi Bossman Mardigu
Menurut kanal YouTube Bossman Mardigu, Mardigu Wowiek Prasantyo adalah seorang pebisnis dengan lebih dari 25 tahun pengalaman di bidangnya.
Laki-laki yang berasal dari Madiun, Jawa Timur ini menjalankan bisnis dalam sektor minyak, gas, serta teknologi digital.
Dia memiliki pengalaman luas dalam urusan geopolitik dan geoekonomi.
Mardigu mempunyai begitu banyak kawan di berbagai negeri yang siap diajak bertukar pikiran.
Wirausahawan tersebut menikmati kebiasaan membaca buku yang ia anggap sebagai hobinya yang cukup menguras kantong.
Selain itu, Mardigu memiliki minat dalam penulisan dan sudah menghasilkan empat buah buku tentang bisnis, dua buah buku berkaitan dengan geopolitik dan geoekonomi, serta satu buku yang membahas aplikasi psikologi.
Dia juga telah mendirikan Rumah Yatim Indonesia 22 tahun silam, dan saat ini institusi tersebut menangani sekitar 6.000 anak asuh.
Sudah sejak lama, Mardigu dikenal sebagai orang sontoloyo akibat pemikiran kritisnya yang dianggap aneh oleh banyak orang.
Dia pun aktif dalam ranah digital melalui saluran YouTube bernama Bossman Mardigu yang saat ini sudah meraup 1,95 juta subscriber dan memiliki profil Instagram dengan 2 juta pengikut.
Mardigu adalah putra dari seorang perwira militer yang bertugas di Angkatan Udara.
Selama masa kanak-kanak hingga remajanya, Mardigu terpaksa berganti-ganti sekolah karena harus menemani orangtuanya yang ditugaskan oleh pasukan militer mereka dari satu kota ke kota lainnya.
Panggilan Sontoloyo bermula dari julukan sang kakek yang mengelola sebuah pesantren.
Sejak kecil, Mardigu telah dikenali sebagai orang yang memiliki sifat kritis.
Hingga akhirnya ia bertanya tentang sesuatu yang tak dapat dijelaskan oleh kakeknya si pemilik pesantren itu.
Lalu kakeknya menamai Mardigu sebagai Sontoloyo gara-gara pertanyaaan dia yang dianggap ganjil.
Saat masih sekolah dasar, orang tua Mardigu dipindahkan ke Palembang, Sumatera Selatan.
Setelah itu, ketika Mardigu duduk di kelas lima SD, orang tuanya dipindahkan lagi ke Balikpapan, Kalimantan Timur.
Setelah itu, ketika masih di tingkat SMA, Mardigu memutuskan untuk pindah ke DKI Jakarta.
Di saat menghadiri perkuliahan, Mardigu mengejar gelar dalam Psikologi Bisnis di Universitas Negeri San Francisco, California, Amerika Serikat.
Setelah menghabiskan waktu sekitar empat tahun untuk menuntaskan gelar sarjana, Mardigu pun melanjutkan studinya di bidang Criminal Minds and Forensic Investigation, yaitu jurusan yang berfokus pada analisis pelaku kejahatan serta proses penyelidikan kasus-kasus tersebut.
Selanjutnya, pada tahun 2001, Mardigu pulang ke Indonesia dan pernah bertugas di salah satu lembaga militer senior yang ada di negara tersebut.
Setelah tidak lama bertugas di salah satu Dinas Rahasia Militer Indonesia, Mardigu akhirnya ditarik dari kewajiban militernya dikarenakan fokus studi dan spesialisasi yang dia geluti.
Setelah itu, Mardigu melangkah ke bidang usaha. Di permulaan karirnya, ia pernah berprofesi sebagai banci di sebuah bank terkemuka.
Tahun 1996, Mardigu dikenal sudah mengelola berbagai entitas bisnis.
Satu contohnya adalah Money Changer, sebuah Kapal pengangkut sumber daya alam yang beroperasi di Kalimantan.
Biodata Bossman Mardigu
- Nama: Mardigu Wowiek Prasantyo
- Kelahiran: 1960-an di Madiun, Jawa Timur, Indonesia
- Kebangsaan: Indonesia
- Nama lain: Bos Besar, Bos Besar Mardigu, Bos Sontoloyal
- Profesi: Wirausahawan, Penulis, Youtuber, Inteligen
(Zenium dot ID/Tribun Medan/Tribunnews)
Leave a Comment