News Info


,


Jakarta


– Pemerintah, melalui
Kementerian Keuangan
Akan dilelang delapan seri Surat Utang Negara atau SUN pada hari Selasa, 21 April 2025 esok.
Lelang
yang menawarkan seri dengan tingkat kupon yang dimulai dari 6,5 persen dan dijual dengan nilai per unit sebesar Rp 1 juta.

Mengutip situs web resmi Kementerian Keuangan, pemerintah bertujuan untuk mengumpulkan sebesar Rp 26 triliun melalui penawaran umum obligasi yang akan dilegoakan tersebut. “Penjualan
SUN
Dalam bentuk rupiah guna mencapai sebagian tujuan pendanaan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2025,” seperti yang disebutkan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Utang pada hari Senin, tanggal 21 April 2025.

Dari delapan seri yang akan ditawarkan dalam lelang, dua diantaranya adalah surat perbendaharaan negara (Surat Perbendaharaan Negara atau SPN) yang merupakan kali pertama kami menerbitkannya. Seri tersebut meliputi SPN03250723 dengan tanggal jatuh tempo 23 Juli 2025 dan juga SPN12260423 (keduanya tergolong sebagai penerbitan baru) yang memiliki tanggal jatuh tempo pada 23 April 2026.

Di samping kedua rangkaian tersebut, Departemen Keuangan juga mengajukan surat perbendaharaan dengan nomor FR0104 yang jatuh tempo tanggal 15 Juli 2030, FR0103 berakhir pada 15 Juli 2035, serta FR0106 di tanggal 15 Agustus 2040. Selanjutnya terdapat pula FR0107 yang matang pada 15 Agustus 2045, FR0102 pada 15 Juli 2054 dan FR0105 pada 15 Juli 2064. Tingkat bunga untuk setiap instrumen berkisar antara 6,5% sampai 7,1%.

Para pemain utama dalam lelang kali ini meliputi Citibank N.A; Deutsche Bank AG; PT Bank HSBC Indonesia; PT Bank Central Asia Tbk.; PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.; PT Bank Maybank Indonesia, Tbk.; PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.; PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.; PT Bank OCBC NISP, Tbk.; PT Bank Panin, Tbk.; PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk.; PT Bank Permata, Tbk.; PT Bank CIMB Niaga Tbk.; PT Bank ANZ Indonesia.; Standard Chartered Bank; JP Morgan Chase Bank N.A.; PT. BRI Danareksa Sekuritas; PT. Mandiri Sekuritas; PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk; serta PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa antusiasme para investor asing terhadap surat utang negara (SUN) tetap tinggi. Pada pelaporan oleh bendahara negara tentang permintaan yang diterima untuk lelang SUN tanggal 18 Maret 2025, jumlahnya mencapai Rp 61,75 triliun. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan target perkiraan pemerintah sebesar Rp 26 triliun.

Sri Mulyani percaya bahwa keyakinan investor tercermin dalam pencapaian angka permintaan masuk tersebut. Mantan Wakil Presiden Operasi Bank Dunia ini yakin bahwa minat para investor mancanegara tetap tinggi untuk penawaran kali ini. Permohonan yang diterima dari pihak asing mencapai 22,59% atau setara dengan Rp13,95 triliun. “Hal ini menunjukkan bahwa investor asing sangat memercayai APBN 2025 serta cara kami mengatur segala sesuatunya,” katanya.

Dari jumlah keseluruhan tawaran sebesar Rp 61,75 triliun, pemerintah menentukan bahwa tawaran yang dimenangkan (bid awarded) adalah sebesar Rp 28 triliun, melebihi perkiraan awal mereka. Pendapatan hasil pelelangan obligasi ini akan dialokasikan untuk pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2025.

Tags:

Share:

Leave a Comment