Laporan oleh jurnalis dari Zenium dot ID, yaitu Silmi Sirati Suailo
MASOHI,Zenium dot ID
Pemerintah Daerah Maluku Tengah berjanji akan menerapkan distribusi yang merata bagi tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat kecamatan sampai desa, seperti dikabarkan pada hari Rabu tanggal 16 April 2025.
Pernyataan itu muncul setelah terjadi keterlambatan dalam menangani epidemi diare di Pustu Pulau Rhun Kecamatan Banda yang dimulai pada hari Rabu, 9 April 2025.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa cuma ada dua perawat yang berdinas selama 13 tahun di Pulau Rhun.
“Tidak tersedia staf medis yang lengkap di Pulau Rhun. Di pulau tersebut hanya ada Pusat Kesehatan Mata (Pustu), dengan seorang perawat dan seorang bidan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Mereka telah bekerja selama 13 tahun, namun saat ini si bidan sedang mengalami masalah saraf dan telah dirujuk ke Ambon,” jelas Pimpinan Puskesmas Walang, dr. Fitrah.
Oleh karena itu, hanya ada satu perawat yang bertugas ketika itu, dan meskipun demikian, walaupun hanya seorang saja, petugas tersebut masih berusaha memberikan pelayanan medis terbaiknya.
Terakhir, Wakil Bupati Mario mengonfirmasi bahwa jika pelayanan kesehatan berlangsung dengan maksimal, pemerintah akan mendistribusikan tenaga medis secara merata ke fasilitas kesehatan dari tingkat kecamatan sampai desa.
“Sudah pasti, pembagian layanan kesehatan harus merata. Jangan sampai ada puskesmas di mana personil medisnya berlebih sedangkan lokasi lain kekurangan staf. Kami akan melakukan penilaian terkait hal ini,” tegasnya.
Pada pertemuan tertutup menyampaikan pesan kepada Dinas agar bekerja dengan penuh perhatian.
“Oleh karena itu kami menginginkan agar penyelesaian permasalahan kesehatan dapat dilakukan dengan cepat,” katanya.
Tentang bantuan tenaga medis terhadap penduduk Pulau Rhun yang menderita diare, Wakil Bupati menyebut bahwa hingga kini tak ada kasus baru sejak epidemi diare menjangkiti warga di Pulau Rhun.
“Sesudah melakukan konfirmasi, ternyata telah ada intervensi medis yang dilakukan di lokasi itu. Tak terdapat laporan kasus baru. Rupanya, sumber dari serangan diare pada penduduk setempat disebabkan oleh adanya pemasaran produk makanan kedaluwarsa di area tersebut. Saat ini, stok makanan tersebut pun sudah ditahan dan diamankan,” jelasnya.
Akibat peristiwa tersebut, Wakil Bupati menyarankan kepada penduduk agar berhati-hati dalam membeli dan mengonsumsi makanan. “Harus pastikan tanggal kedaluwarsa,” pesannya. (*)
Leave a Comment