News IT
– Berikut adalah hasil pertandingan yang mengantarkan Napoli menjadi juara Liga Italia Serie A usai menumbangkan Cagliari, dan keberhasilan ini membuat Inter Milan meratapi nasibnya.
Terakhir, Napoli berhasil menyabet gelar juara Liga Italia Serie A musim 2024/2025.
Gelaran kemenangan tersebut diraih usai Napoli unggul 2-0 atas Cagliari di pertandingan pamungkas Minggu (24/5/2025) dini hari.
Kemenangan Napoli dicapai melalui dua gol yang berhasil membobol jala Alen Sherry, yaitu dari tendangan Scott McTominay (42′) dan Romelu Lukaku (51′).
Raihan 3 poin menjadikan posisi Napoli semakin kuat di puncak tabel klasemen.
Tim yang dilatih oleh Antonio Conte berhasil mengumpulkan total 82 poin, hanya berselisih 1 poin dari Inter Milan yang menempati posisi kedua.
Perbedaan yang sangat halus masih memungkinkan Napoli untuk mendapatkan Scudetto Liga Serie A musim 2024/2025 dan dengan demikian meningkatkan jumlah trofinya menjadi empat gelar juara liga Italia.
Kemenangan Napoli melawan Cagliari malah menjadikan Inter Milan bermimpi buruk karena mereka juga bertujuan untuk memenangkan scudetto.
Ini menyebabkan kemenangan 2-0 Inter Milan saat bertandang ke stadion Como menjadi percuma, sebab meskipun demikian mereka masih merasa frustrasi dengan hasil tersebut.
Dua gol untuk Inter Milan ke gawang Como dicetak oleh de Vrij pada menit ke-20 dan Correa di menit ke-51.
Meskipun penambahan 3 poin tak cukup untuk mendorong Napoli dari posisi teratas klasemen, Inter Milan harus merelakan tempat kedua dengan perolehan 81 poin, berselisih hanya satu poin.
Berikut adalah tabel klasemen Serie A setelah Napoli dikonfirmasi sebagai pemenang gelar juara:
Menurut kutipan dari SkySportItalia, ini merupakan kali kedua puluh delapan di mana gelar scudetto harus dipastikan hingga minggu terakhir musim.
Pada 27 kesempatan sebelumnya, terdapat 24 episod di mana satu regu unggul tipis dalam papan skor dibandingkan lawannya saat menghadapi pertandingan pamungkas tersebut.
Sementara itu, 3 momen berikutnya dicirikan oleh kedua tim yang mendapatkan jumlah poin seimbang pada pertandingan terakhir mereka.
Jika riwayatnya dijabarkan lebih lanjut, pasukan yang dipimpin oleh Simone Inzaghi semakin kesulitan dalam upaya mereka untuk menyingkirkan Napoli dari puncak klasemen.
Dari total 24 episod, cuma empat kali saja regu peringkat kedua berhasil mengalahkan skor sang juara yang berada di posisi tertinggi klasemen hingga akhir musim.
Ini berarti, kemungkinan terjadinya drama kudeta seperti yang kita lihat minggu lalu menurut catatan sejarah hanya 16,7%!
Menariknya, empat insiden tersebut mencakup Inter Milan sebanyak dua kali, namun sayangnya kedua kalinya itu menghasilkan kekecewaan untuk tim tersebut.
Pertama kali menghadapi pengalaman buruk pada musim Serie A 1966/1967, Inter Milan memasuki minggu terakhir kompetisi dengan total 48 poin di posisi tertinggi klasemen, unggul satu skor dari Juventus yang berada di peringkat kedua dengan 47 poin.
Akan tetapi, dengan kekalahannya 0-1 yang dialami Inter melawan Mantova dan di sisi lain kemenangan Juventus 2-1 atas Lazio, hal ini menyebabkan tim Juventus meraih posisi teratas.
Juventus merebut tahta tertinggi dan berada di posisi atas dengan 49 poin, sementara Inter masih terpaku pada 48 poin.
Tragedi bagi Inter Milan dalam kompetisi Serie A yang mengakibatkan hilangnya posisinya sebagai pemuncak klasemen terjadi pada musim 2001/2002.
Adegan berjudul ‘Tragedi 5 Mei’ merupakan halaman yang sangat menyedihkan dalam riwayat Inter Milan karena sekali lagi mereka harus mengorbankan gelar scudetto kepada Juventus.
Nerazzurri menjamu pertandingan terakhirnya berada di posisi puncak klasemen dengan 69 poin, disusul oleh Juventus yang memiliki 68 poin, dan Roma mengumpulkan 67 poin.
Bencana terjadi pada akhir pekan itu sebab Inter tidak hanya gagal menjadi juara, tetapi juga tersandung hingga turun ke posisi ketiga.
Pada tanggal 5 Mei 2002, tim tersebut dikalahkan dengan skor 2-4 saat bertamu ke markas Lazio. Sementara itu, Juventus memenangi pertandingan melawan Udinese dengan score 2-0 di stadion lawan, begitu pula Roma yang mengalahkan Torino 1-0 di tempat yang sama.
Di urutan terakhir, Juventus menerjang ke posisi tertinggi dengan 71 poin, diikuti oleh Roma yang mendapat 70 poin dan Inter dengan 69 poin.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Inter Milan dapat mengakhiri musim ini sambil membayar kembali dua insiden menyakitkan tersebut?
Kini Inter Milan duduk di peringkat kedua dan akan mencoba untuk mengejar, tidak lagi menjaga puncak klasemen di akhir pekan ini.
Ini paling tidak dapat meringankan tekanan pada tim yang diasuh oleh Simone Inzaghi menjelang pertandingan tersebut.
Sebagai kontras dengan Napoli yang harus memenangkan pertandingan untuk merebut Scudetto mereka yang keempat di Serie A Italia. (*)
Beberapa bagian dari artikel ini sebelumnya dipublikasikan di Tribunnews.com dengan judul
Napoli Menjadi Juara Serie A, Keberanian Inter Milan Tidak Berarti
Leave a Comment