Zenium dot ID,

JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Teknologi Digital (
Menkomdigi
Meutya Hafid mengharuskan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (
XLSmart
) guna mengintegrasikan sebanyak 8.000 BTS tambahan serta memperbaiki kualitas kecepatan internet.

Meutya mengatakan bahwa Komdigi sudah memberikan lampu hijau bagi penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren, namun ada ketentuan yaitu harus menambah fasilitas Base Transceiver Station (BTS) di sebanyak 8.000 lokasi.

Di samping itu, terdapat pula kenaikan kecepatan jaringan hingga 16% pada tahun 2029.

“Yang kamihitung adalah komitmen fisik dengan tambahan setidaknya 8.000 menara BTS,” ujar Meutya saat berada di Jakarta, pada hari Kamis (17/2/2025).

Meutya menggarisbawahi bahwa pemerintah tak sekadar mendukung namun juga bertanggung jawab terhadap janji-janjinya termasuk meningkatkan laju unduhan sebesar 16% sampai tahun 2029.

XLSmart harus memperluas akses ke layanan digital yang lebih dari 175.000 sekolah, 8.000 pusat pelayanan kesehatan, serta 42.000 kantor pemerintah di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, perusahaan telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL), yang bergerak sama dengan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) serta PT Smart Telecom, secara sah mengesahkan akte penggabungannya pada tanggal 15 April 2025.

Menurut laporan kepatuhan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Smartfren Telecom serta Smart Telecom sepakat bergabung menjadi bagian dari XL Axiata yang akan menerima penggabungan tersebut. Akibatnya, kedua entitas yaitu Smartfren Telecom dan Smart Telecom sekarang telah resmi bubar sesuai dengan aturan hukum atau proses merger usaha.

“Setelah mendapatkan persetujuan yang dibutuhkan, penggabungan perusahaan antara XL Axiata, Smartfren Telecom serta Smart Telecom sudah berlaku secara resmi,” ungkap pihak manajemen XL Axiata melalui laporan publik, Rabu (16/4/2025).

XL Axiata sebelumnya sudah mendapatkan izin tentang penggabungan bisnis itu dari Rapat Umum Pemegang Saham Khusus (RUPS-LK) yang diselenggarakan tanggal 25 Maret 2025.

Di bulan Februari 2025, Franky O. Widjaja selaku pemimpin Grup Sinar Mas mengungkapkan harapan bahwa melalui proses penggabungan usaha ini akan tercapai peningkatan efisiensi operasional di masa depan. Meskipun demikian, ia tidak bersedia memberikan komentar yang detail tentang perkiraan pendapatan maupun keuntungan yang ditargetkan oleh entitas setelah melakukan akuisisi.

Menurut dia, penggabungan kedua perusahaan telekomunikasi itu akan memiliki dampak yang baik bagi performa jangka panjang serta efisiensi dalam hal operasional di masa depan.

“Yang dapat kita amati di Malaysia dan juga di Indonesia bagian dari Thailand, menurut pendapatku semua sedang mengalami peningkatan,” tambahnya.

Tags:

Share:

Leave a Comment