News IT

– Melaksanakan ibadah di tanah suci adalah hasrat yang berkembang di setiap jantung kaum Muslim. Sebagaimana terdapat pada situs web tersebut,
kbihu.bahrulmaghfirohmalang.or.id
, melaksanakan ibadah haji merupakan kewajiban utama untuk menggenapkan rukun Islam, terutama bagi kaum Muslim yang sudah memenuhi ketentuan.

Sebaliknya, buat mereka yang belum mampu melakukan ibadah haji, perjalanan umrah dapat menjadi pilihan rohani untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Penting bagi para peserta potensial untuk mengerti berbagai terminologi terkait haji dan umrah sebelum mengejarnya.

Dalam agama Islam, semua jenis ibadah harus didasari oleh pengetahuan. Ini pun berlaku untuk melaksanakan haji dan umrah, yang memiliki prosedur serta aturan spesifiknya sendiri. Melalui peribadatan yang terdidik dari ilmu, mudah-mudahan segala amalan yang kita lakukan akan disyariatkan oleh Allah SWT sehingga membawa kemaslahatan.

Sementara menunggu momen yang pas untuk menuju ke Tanah Suci, seperti dijelaskan dalam artikel tersebut.
pcnucilacap.com
Tidak ada salahnya untuk mulai mengenal beberapa terminologi utama terkait ibadah haji dan umrah. Ilmu pengetahuan ini akan memberikan persiapan mendasar yang berharga bagi tiap Muslim yang ingin menjadi tamu Tuhan Yang Maha Esa.

Harapannya adalah agar usaha ini bisa meningkatkan pengetahuan dan berperan sebagai bagian dari persiapan rohani menuju Baitulmuqaddis. Selanjutnya, apa sajakah terminologi yang perlu dimengerti dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah?

Berikut terdapat beberapa istilah penting yang harus dipelajari oleh para calon jamaah jelang pelaksanaan ibadah haji ataupun umrah.

Kata-Kata Kunci dalam Ibadah Haji dan Umrah


  1. Ihram

Berasal dari kata al-haram yang artinya dilarang. Dalam penggunaan sehari-hari, ihram merujuk pada tekad untuk memulai ritual haji atau umrah, di mana seseorang harus bersumpah untuk menghindari perilaku tertentu seperti menggunakan bahasa kasar atau melakukan kontak fisik. Jika tanpa niat tersebut, status ihram akan dianggap tidak valid.


  1. Miqat

Secara literal bermakna perbatasan. Ini merupakan titik pertama untuk mengucapkan niat dalam keadaan ihram. Miqat terbagi menjadi dua bagian:

  1. Miqat Zamani

Beberapa bulan tertentu yang disebutkan untuk melakukan ihram saat haji adalah Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.

  1. Miqat Makani

Tempat khusus untuk ihrom, antara lain Bir ‘Ali (untuk jemaah asli Madinah), Al Juhfa (Suriah), Qarn al Manaazil (Najd), Dzatu ‘Irq (Iraq), serta Yalamlam (Yaman).


  1. Sa’i

Ini mengacu pada bergerilya atau melangkah dengan kecepatan tinggi. Ritual ini melibatkan perjalanan naik turun sebanyak tujuh kali di antara Bukit Safa dan Marwah sesudah thawaf. Jarak satu putaran kira-kira 400 meter, menjadikan total seluruh jalannya kurang lebih 2,8 kilometer.


  1. Safa

Sebagai bagian dari Simbol-simbol Allah dan sebagai titik permulaan untuk melakukan sa’i. Letaknya adalah pada sebuah bukit kecil di dekat gerbang Masjidil Haram (Bab al-Safa).


  1. Marwah

Bukit ini adalah sebagian dari area sa’i. Disebut juga sebagai batu besar dan padat atau sebuah bukit kecil di puncak Gunung Qu’aiqu’aan.


  1. Mas’aa

Ini adalah nama yang diberikan pada area makan atau lokasi untuk melakukan sa’i, yakni rute terbatas diantara Safa dan Marwah.


  1. Mabit

Ini berarti bermalam atau penginapan. Pada saat haji, hal tersebut berkaitan dengan aktivitas bermalam di Muzdalifah usai Wuquf di Arafah, umumnya dilakukan sampai lewat tengah malam tanggal 10 Zulhijah.


  1. Wuquf

Terambil dari akar katanya yang mengartikan berakhir atau tinggal diam. Secara terminologi, wuquf merujuk kepada kenyataan seseorang sedang ada di daerah Arafah, bahkan ketika mereka tertidur atau dalam kondisi sakit. Wuquf merupakan elemen esensial dalam ibadah haji; tanpanya, ibadah tersebut menjadi batal. Momen ini dimulai setelah senja hari 9 Zulhijah sampai subuh di tanggal Hari Raya Kurban.


  1. Thawaf

Ini artinya berjalan melingkar mengitari suatu benda. Pada saat melakukan ibadah haji atau umrah, thawaf merupakan ritual perputaran mengelilingi Ka’bah yang dilakukan selama tujuh kali putaran, dimulai dari batu Hitam (Hajar Aswad) dengan posisi Ka’bah ada di sisi kiri pelaku thawaf. Terdapat beberapa variasi dalam praktik thawaf ini.

  1. Thawaf Ifadah

Rukun haji yang harus dijalankan setelah tengah malam tanggal 10 Zulhijah.

  1. Thawaf Wada’

Tawaf penutupan yang dijalankan sebelum berpulang dari Mekah.

  1. Thawaf Qudum

Tawaf penujuban pada kunjungan perdana ke Masjidil Haram.

  1. Thawaf Sunah

Tawaf yang dilaksanakan sebagai sunnah tanpa disertai sa’i.


  1. Jumrah

Batunya berupa batu-batang kecil yang dipergunakan dalam prosesi pelemparan tersebut. Secara terminologi, hal itu merujuk pada aktivitas melepaskan lempengan batu menuju ketiganya tiang penyangga yaitu al-jumrat al-shughra (kecil/ pertama), al-jumrat al-wustha (tengah /kedua) serta al-jumrah al-‘aqabah. Prosesi melemparkan jumrah ini merupakan kewajiban; apabila tak dijalankan maka diperlukan penggantian dengan pembayaran dam.


  1. Tahallul

Berarti terlepas atau terbebas. Ini adalah kondisi di mana seorang jamaah diizinkan kembali melakukan hal-hal yang dilarang selama ihram, seperti memakai wewangian atau berjimak. Ada dua jenis tahallul: tahallul asghar (pertama) dan tahallul akbar (kedua).


  1. Arafah

Di timur Mekah terdapat area berpasir yang mencapai lebar kira-kira 24 kilometer, lokasi ini digunakan untuk melangsungkan ritual wuquof.


  1. Baqi

Kompleks pekuburan di Madinah.


  1. Bathnul Wadi

Area di sekitar Bukit Safa dan Marwah saat ini diberi tanda dengan lampu berwarna hijau.


  1. Bi’r Ali

Tempat miqat untuk jemaah haji gelombang pertama dari Indonesia berada kira-kira 20 kilometer di luar Mekah.


  1. Dam

Sanksi atau pengenaan yang perlu dipenuhi lantaran tidak mengikuti aturan haji dan umrah pada kebanyakan kasus adalah dengan menyembelih ternak.


  1. Fidyah

Sanksi atau pengenaan biaya tambahan akibat melanggar aturan dalam beribadah dapat mencakup pemotongan hewan, menunaikan fasting, ataupun menyediakan makanan untuk orang-orang kurang mampu.


  1. Hajar Aswad

Batunya berwarna hitam yang ada pada struktur Ka’bah.


  1. Haji

Ritual menghadiri Baitullah guna melaksanakan thawaf, sa’ii, serta wuquf di Arafah sesuai dengan perintah dari Allah SWT.


  1. Hari Arafah

Pada tanggal 9 Zulhijah, saat itu semua jemaah haji harus menjalankan ibadah wuquof di Arafah.


  1. Hari Tasyrik

Pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, saat itu para jemaah haji melakukan mabit dan melempar jumrah di Mina.


  1. Hijr Ismail

Lingkar setengah area yang dibatasi oleh tembok rendah di bagian utara Ka’bah.


  1. Jabal Uhud

Gunung tertinggi yang ada di sekitar Madinah.


  1. Jabal Rahmah

Bukit di Padang Arafah, yang berada kira-kira 25 km arah tenggara dari Mekah.


  1. Ka’bah

Struktur agung dengan bentuk kubus, tempat peribadatan pertama di dunia.


  1. Maqam Ibrahim

Lokasi tempat kakinya Nabi Ibrahim AS ketika sedang mendirikan Ka’bah atau melakukan ibadah.


  1. Masjidil Haram

Masjid terkuno di planet ini yang memayungi Ka’bah.


  1. Mina

Lapangan pasir seluas kira-kira 3,5 kilometer di Mekah, yang berdekatan dengan lembah Muzdalifah.


  1. Miqat Zamani

Waktu maksimal untuk melaksanakan ibadah haji adalah mulai tanggal 1 Syawal sampai sebelum sunrise pada tanggal 10 Zulhijah.


  1. Miqat Makani

Lokasi batas awal untuk memakai ihram saat melakukan ibadah haji atau umrah.


  1. Mua’shim

Tunnel di Mina, yang berada 15 km arah timur Mekah.


  1. Multazam

Sekat di antara Hajar Aswad dan gerbang Ka’bah.


  1. Muzdalifah

Lembah yang berada 4 kilometer ke arah Barat dari Mina.


  1. Nafar

Rombongan.


  1. Nafar Awal

Keluarga yang pergi dari Mina tanggal 12 Zulhijah.


  1. Nafar Tsani

Kelompok yang pergi dari Mina pada tanggal 13 Zulhijah.


  1. Nahr

Hari Penyembelihan yang terjadi pada tanggal 10 Zulhijjah (Idul Adha).


  1. Qarnul Manazil

Gunung tersebut terletak sejauh 95 kilometer arah timur Kota Mekah.


  1. Quba

Masjid pertama yang dirikan oleh Rasulullah SAW di Madinah.


  1. Raudhah

Luas area sebesar kira-kira 22 meter persegi di dalam Masjid Nabawi yang diberi tanda dengan pilar berwarna putih.


  1. Rukun Haji

Serangkaian ritual yang harus dilakukan saat haji dan tidak bisa diwakilkan apabila tertinggal.


  1. Salat Arba’in

Menunaikan shalat berjamaah 40 kali (lima kali sehari selama delapan hari berturut-turut) di Masjid Nabawi.


  1. Tasyri’

Tiga hari setelah perayaan Idul Adha (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah) berlangsung.


  1. Umrah

Mengunjungi Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf, sa’ni, dan tahallul (memotong rambut).


  1. Wajib Haji

Rangkaian rukun yang perlu dijalankan saat melaksanakan ibadah haji, dan apabila tidak dikerjakan, seseorang wajib membayar penggantinya atau disebut dam.

Tags:

Share:

Leave a Comment