Zenium dot ID.CO.ID – JAKARTA
Platform pembayaran elektronik milik PT Fintek Karya Nusantara yang dikenal sebagai LinkAja melihat peningkatan dalam aktivitas transaksinya di berbagai layanannya.
Buy Now Pay Later
(BNPL) via aplikasi LinkAja dengan kenaikan sebesar 24%
year on
year
(YoY) per Maret 2025.
Namun, pihak perusahaan belum dapat memberikan penjelasan yang mendetail tentang besaran transaksi tersebut. CEO LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, menyebut bahwa pertambahan ini adalah buah dari kolaborasi bersama mitra-mitra BNPL.
Di mana, tersedia metode pembayaran BNPL pada aplikasi LinkAja, sehingga nasabah memiliki beberapa alternatif pilihan pembayaran.
“Tentunya faktor Ramadan dan Lebaran berperan besar. Sebagaimana tren transaksi yang terjadi pada periode tersebut untuk layanan paylater yang difasilitasi LinkAja terjadi kenaikan permintaan pembiayaan,” kata Yogi kepada Zenium dot ID, Rabu (16/4).
Yogi bilang, meski LinkAja tidak menyalurkan pembiayaan BNPL secara langsung, namun perusahaan bekerja sama dengan mitra BNPL yang telah berizin OJK. Artinya, LinkAja berperan sebagai penyedia metode pembayaran dalam transaksi BNPL.
Penggunaan BNPL melalui LinkAja cenderung lebih sering digunakan untuk transaksi terkait produk digital antara lain membayar tagihan listrik, membeli pulsa, serta mengakuisisi paket data.
Di masa mendatang, Yogi percaya bahwa prospek BNPL akan menjadi lebih baik karena adanya pertumbuhan bisnis yang pesat serta kenaikan penggunaannya yang konstan. Tambahan pula, LinkAja sedang menggali peluang untuk membangun sinergi lebih lanjut bersama mitra mereka demi meluaskan cakupan layanan mereka.
Berikut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai pembiayaan yang diberikan lewat mekanisme BNPL dan dioperasikan oleh perusahaan pembiayaan telah menembus angka Rp 8,2 triliun pada bulan Februari 2025. Pertumbuhan ini mengindikasikan kenaikan signifikan yaitu sekitar 59,1%, jika dibandingkan dengan periode serupa tahun lalu.
Leave a Comment