Laporan wartawan dari Wartakotalive.com Hironimus Rama


Zenium dot ID, CIBINONG

– Dividen yang diterima Pemerintah Kabupaten Bogor dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) di tahun 2024 tercatat menurun.

Ini sesuai dengan penurunan keuntungan yang dicapai oleh Bank BJB di tahun fiskal 2024.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa dalam laporannya terlihat ada pengurangan keuntungan sebesar Rp 1,7 triliun di tahun buku 2023 menjadi Rp 1,3 triliun di tahun buku 2024.

“Ajat mengatakan bahwa penurunan tersebut secara langsung mempengaruhi distribusi dividen bagi para pemilik saham,” saat dia bicara di Cibinong, Kamis (17/4/2025).

Ajat menjadi perwakilan dari Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2024 milik Bank BJB. Acara ini digelar di Menara Bank BJB, Bandung, pada hari Rabu tanggal 16 April 2025.

Rapat Umum Pemegang Saham ini secara resmi di buka oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ajat menyatakan bahwa tahun ini sekitar 65,5% keuntungan dikalikan menjadi dividen senilai Rp 896,95 miliar.

Sebanyak 34,5 persen dari sisa dana, yaitu sekitar Rp472,46 miliar, ditujukan untuk menjadi saldo laba.

“Penurunan keuntungan pasti akan berdampak pada besaran dividen yang didapatkan oleh wilayah,” jelasnya.

Kabupaten Bogor yang memiliki 2% saham sebelumnya dapat mendapatkan kira-kira Rp 20 miliar dari jumlah total dividen senilai Rp 1 triliun.

“Karena keuntungan berkurang, jumlah dividennya pasti akan turun,” terangkan Ajat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengutamakan kebutuhan meningkatkan efisiensi pada pengeluaran operasional Bank BJB.

Dia menganggap bahwa biaya operasional yang tinggi tidak sesuai dengan penurunan keuntungan yang dialami.

“Perlu adanya strategi yang lebih baik untuk menggenjot profitabilitas. Satu di antaranya bisa dilakukan dengan cara mengefisienkan pengeluaran serta melakukan perombakan struktural,” ungkapnya.

Restrukturisasi yang di maksud meliputi pengecilan jumlah direktur dari tujuh orang menjadi enam orang, dan juga peremajaan susunan pengelola sebagai sebagian dari rencana revitalisasi pada tahun 2025.

Di samping itu, upaya penghematan signifikan telah dimulai, seperti penurunan anggaran pemasaran yang dikurangi dariRp 400 miliar hingga di bawah Rp 100 miliar.

Dedi pun menggarisbawahi kebutuhan untuk memusatkan layanan inti Bank BJB pada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemerintahan daerah di Jawa Barat serta Banten terlebih dahulu, sebelum merambah area yang lebih besar.

Dia menggarisbawahi bahwa semua keputusan tentang penunjukan pemimpin baru dibuat dengan cara yang profesional dan tidak terpengaruh oleh urusan politik.

Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pasar merespons secara positif hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kali ini, terlihat dari kenaikan harga saham Bank BJB yang nyaris mencapai angka 900, meningkat tajam dibandingkan rentang 600-700 ketika dia dilantik.

Semoga hal ini merupakan sinyal yang baik dan hadiah istimewa untuk warga Jawa Barat dan Banten, beserta semua pemegang saham.

Tags:

Share:

Leave a Comment