Zenium dot ID,
JAKARTA — PT
XLSmart
Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menjadi nama terbaru dari badan usaha yang berdiri setelah penggabungan
XL Axiata
dengan
Smartfren
(FREN) menjelaskan beberapa taktik yang bakal diterapkan agar bisa berjalan dengan lebih efisien dalam hal infrastruktur. Hemat biaya pada segmen ini memberikan perseroan jumlah uang tambahan guna menambah kapabilitas peningkatan mutu pelayanan serta ekspansi 4G.
5G
.
Di bulan Februari 2025, Franky O. Widjaja selaku kepala Sinar Mas Group mengungkapkan harapan bahwa melalui proses penggabungan ini, performa korporasi akan menjadi lebih optimal di masa depan. Meski demikian, ia memilih untuk tidak memberikan komentar terlalu jauh tentang tujuan yang ditetapkan dalam hal pendapatan dan keuntungan bagi entitas setelah penggabungan tersebut.
Menurut dia, penggabungan kedua perusahaan telekomunikasi itu akan memiliki dampak yang baik bagi performa jangka panjang serta menjadi lebih efisien dalam hal operasional di masa depan.
“Yang dapat kita amati di Malaysia dan juga di Indonesia bagian dari Thailand, menurut pendapatku semua sedang mengalami perbaikan,” tambahnya.
Pada saat yang sama, XLSmart kemudian akan mengembalikan 2 kali 7,5 MHz dari bandfrekuensi 900 MHz kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagaimana salah satu ketentuan untuk penggabungan usaha. Proses ini dijalankan sesudah pihak pemerintahan menyelesaikan perhitungan berkaitan dengan permintaan spesifikasi frekuensi bagi entitas hasil penggabungan tersebut.
Antony Susilo, Direktur & Ketua Komisaris XL Smart, menyebut bahwa penarikan spektrum frekuensi 900 MHz memberi dampak yang baik bagi usaha perusahaannya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi lebih pada persiapan anggaran serta pendanaan guna mendukung ekspansi layanan data dengan teknologi 4G dan 5G.
“Dengan mengambil langkah ini untuk memfokuskan diri pada 5G dan infrastruktur digital, tujuan kami adalah menekankan aspek-aspek yang mendukung perkembangan usaha,” ungkap Anthony saat Konferensi Pers Pembaruan Penggabungan, Selasa (25/3/2025).
Hanya sebagai catatan, XLSmart pada awalnya menggunakan bandfrekuensi dengan lebar 2×7,5 MHz di pita 900 MHz. Namun, Komdigi kemudian mengeksploitasi bagian itu lantaran dirasakan kurang efisien apabila dipakai dalam pengembangan teknologi 4G dan 5G.
Teknologi 5G memerlukan lebar pita frekuensi setidaknya 100 MHz. XLSmart hanya memiliki 2×2,5 MHz, yang jauh di bawah kebutuhan tersebut.
Selama ini, teknologi 4G memerlukan setidaknya lebar pita (bandwidth) frekuensi sebesar 2x5MHz. Dengan peningkatan bandwidth, kualitas layanannya pun meningkat. Akan tetapi, bila XLSmart hanya mengandalkan 2x5MHz untuk jaringan 4G-nya dibandingkan dengan Indosat dan Telkomsel yang memiliki rentang frekuensi antara 2x15MHz hingga 40MHz, maka pengguna akan merasakan perbedaan signifikan dalam hal pengalaman berinternet.
Sebaliknya, menerapkan 4G pada gelombang frekuensi 900 MHz akan meninggalkan ruang spektrum dengan lebar 2×2,5 MHz yang nantinya hanya bakal menjadi beban bagi XLSmart lantaran tak dapat dipakai untuk layanan 4G. Di samping itu, apabila bagian dari 2×2,5 MHz ini dialokasikan kembali untuk 2G, teknologi tersebut pun sedang dalam proses penurunan penggunaan secara bertahap.
“Kami berharap menjadi lebih efisien,” ungkap Anthony.
Leave a Comment