Zenium dot ID
– Lanud Manuhua yang terletak di daerah Biak Numfor, Papua, tidak akan berubah menjadi pangkalan militernya negara asing manapun, termasuk Rusia. Hal ini ditegaskan lagi oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada hari Rabu (16/4). Menurut mereka, Indonesia menjalankan kebijakan luar negeri yang mandiri dan proaktif sehingga sangat mustahil untuk memberikan izin kepada negara lain dalam mendirikan pangkalan militer ataupun menggunakan fasilitas dari pangkalan militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas, Kepala Biro Informasi Pertahanan dari Sekretariat Jenderal Kemhan, tegas menyampaikan hal ini ketika ditemui para jurnalis di kantorannya. Ia menjelaskan bahwa dalam catatan-notulen pertemuan antara Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dengan rombongan asal Rusia sebelumnya, tak ada pembahasan terkait masalah tersebut.
Pada saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Rusia, topik tersebut sama sekali tidak dibahas,” katanya. “Saya pun tak mengetahui asal-usul pernyataan itu dan bagaimana hal itu dapat muncul.
Jenderal berbintang satu dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat tersebut menegaskan bahwa pada dasarnya Indonesia tidak akan mentolerir pinjaman, izin, atau terlebih lagi persetujuan untuk negara asing mendirikan dan menjalankan basis militernya di wilayahnya. Alasannya adalah karena tindakan semacam ini bertentangan dengan kebijakan nonblokal aktif yang dianut oleh Indonesia sebagai panduan dalam merancang hubungannya dengan negeri lain.
“Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa tak terdapat diskusi sedikit pun perihal usulan pinjam-meminjam basis militer di wilayah Indonesia. Sebab seperti yang kita ketahui, kita merupakan negara yang menganut kebijakan luar negeri mandiri dan proaktif. Kami menjalin hubungan baik dengan semua negara,” jelasnya.
Frega menjelaskan bahwa pada saat ini, Indonesia sedang berkonsentrasi dan memberikan prioritas terhadap pengembangan kemampuan pertahanan. Ini mencakup pula upaya untuk memodernisasi peralatan utama sistem senjata (alutsista). Oleh karena itu, Indonesia sangat memerlukan ketersediaan kondisi stabil agar dapat menghindari adanya keputusan yang bisa jadi sumber konflik dengan negara-negara tetangga.
“Kami membutuhkan kestabilan dan tentunya kami tidak berkeinginan terseret dalam pergolakan-pergolakan yang malah menghalangi perkembangan serta modernisasi kita,” tambahnya.
Leave a Comment