Informasi Digitalisasi
Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat menyatakan bahwa salah satu hambatan yang dihadapi pada tahun ini berasal dari keputusan presiden AS Donald Trump terkait tariff.
Sentimen itu bisa memberikan beban kepada berbagai bidang bisnis yang jadi klien perusahaan asuransi. Hal ini mungkin mengakibatkan penurunan pendapatan dari pembayaran premi, terutama di bagian-bagian industri yang secara langsung dipengaruhi.
“Terjadi dampak pada pendapatan, efek pada asuransi, dan implikasi pada manajemen. Namun, untuk hal ini sebenarnya ada pula dampak meskipun memiliki banyak sektor, namun kebanyakan sektor kami ternyata kurang dipengaruhi olehnya,” jelasnya.
Tidak menentunya situasi ekonomi dunia bakal berimbas pada kemampuan konsumen untuk membelanjakan uang mereka. Apalagi ditambah dengan masalah PHK yang marak akhir-akhir ini. Hal tersebut membuat beberapa bidang industri pelanggan Tugu Insurance juga mengalami perlambatan.
Kebijakan tarif balasan ini membuat perusahaan kesulitan dalam meramal performa investasinya sampai penghujung tahun. “Sama sulitnya dengan mencoba menebak langkah yang diambil oleh Trump. Tidak ada yang tahu pasti apa yang akan dilakukannya besok,” jelas Tatang.
Walau begitu, Asuransi Tugu sudah menganalisa dampak potensial dari penurunan likuiditas tagihan mereka. Sampai sekarang belum termasuk dalam kategori macet. Akan tetapi, situasi itu mengindikasikan adanya tren yang semakin memburuk dalam hal kelancaran asetnya.
Direktur Teknis Sudarlin pun menyatakan setuju bahwa ada penurunan permintaan dari beberapa sektor. Ini disebabkan karena kebanyakan klien Tugu adalah badan usaha.
“Ketekunan dan muatan pasti memiliki dampak. Sebab (penglaluan mereka terhadap) rantai pasokan global,” ujarnya.
Leave a Comment