News IT
– Berikut disajikan berita populer Jatim untuk hari ini, Sabtu (24/5/2025).
Bagian berita yang paling banyak dibicarakan hari ini mengulas tentang Jan Hwa Diana, insiden pembunuhan dengan menusuk, serta deretan kejadian kecelakaan.
Pertama kali, Jan Hwa Diana tertangkap basah karena menyimpan ilegal 108 sertifikat kelulusan mantan pegawai UD Sentoso Seal.
Pengusaha tersebut saat ini diidentifikasi sebagai tersangka.
Kedua, remaja di Kabupaten Malang menusuk seseorang hingga 20 kali.
Penyebabnya sederhana saja. Mereka berdua berselisih untuk menggunakan kamar mandi di tempat makan tersebut.
Ketiga, terjadi tumpukan kecelakaan yang melibatkan empat truk polisi di Surabaya.
Tiga petugas kepolisian diberitakan mengalami luka.
Lebih lanjut, lihat berita Jawa Timur paling populer hari ini di bagian bawah ini.
1. Pada akhirnya Jan Hwa Diana Ditetapkan Sebagai Tersangka, Menyembunyikan 108 Ijazah Mantan Pegawai dan Menghilangkan SKCK
Pada akhirnya Jan Hwa Diana ditetapkan sebagai tersangka.
Dia ternyata mengecoh banyak sertifikat mantan pegawai di dalam rumahnya.
Pemilik UD Sentoso Seal, Jan Hwa Diana, pada akhirnya dijagihkan sebagai tersangka oleh Polres Jatim terkait dengan kasus penahanan ijazah mantan pegawai mereka.
Dia dituduh mengikuti Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait kejahatan pencurian dan dapat menerima hukuman sampai empat tahun penjara.
Penentuan sebagai tersangka terjadi sesudah penyidik dari Polda Jawa Timur menerima sebanyak 108 lembar ijazah yang dimiliki oleh bekas pegawai Sentoso Seafood dan disimpan dalam kediaman Diana di kompleks Prada Permai VII Nomor 7, Kelurahan Kalikendal, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya.
“Status tersebut telah dinaikkan menjadi kasus penuh hari ini, dengan memulai proses penyidikan dan mengidentifikasi tersangka,” ujar Wakil Direktur Reskrimum Polda Jatim, AKBP Suryono di kantor Polda Jatim, Kamis (22/5/2025).
Suryono menyebutkan bahwa sebanyak 108 ijasah dengan tingkat kebanyakan adalah ijasah SMA atau setingkat dengannya, telah diwakili oleh Diana untuk diserahkan.
“Tersembunyi di dalam rumahnya. Kemudian, 108 sertifikat itu dikembalikan oleh orang tersebut, dan kami secara langsung menyerahkannya ke pihak penyelidik,” terangnya.
Sebelumnya, tim investigasi telah menggeledahi empat lokasi. Diantaranya adalah gudang Sentoso Seal yang berada di Margomulya Permai H14, serta kantornya yang terletak di Jalan Dupak 17 Blok A-14 Surabaya.
Di luar ijazah, dituduhkan pula kepada Diana bahwa dia telah menyingkirkan SKCK dari mantan pegawai undernya.
Baca selengkapnya
2. Karena Berebut Kamar Mandi di Warung, Pemuda di Malang menusuk Orang sebanyak 20 Kali
Informasi terbaru muncul mengenai kejadian pembunuhan yang berlangsung di sebuah warung kopi di Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada hari Sabtu kemarin (18/5/2025).
Diketahui, tersangka yang bernama Muhammad Fikri (26) telah menyayat korban Ahmad Husaini (25) menggunakan pisau sebanyak 20 kali.
Seperti yang terlihat, baik si korban maupun sang pelaku sama-sama duduk-duduk di warung kopi itu.
Di tempat itu, mereka semua mengonsumsi alkohol bersama rekan-rekannya masing-masing.
“Pelaku dan korban dalam kasus ini tidak memiliki koneksi atau bahkan saling kenal satu sama lain,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi melalui pernyataan pers pada hari Jumat, 23 Mei 2025.

Insiden tersebut terjadi ketika korban berencana untuk memasuki kamar mandi, tetapi ternyata pelaku telah berada di dalam sana.
Karena terlalu takut, korban pun memukul pintu.
Saat sang penyerang meninggalkan tempat kejadian, si korban dengan cepat mencederai wajah penyerang tersebut. Kemarahan pun meluap dan membuat pelaku merentangkan senjata tajam yang telah disimpannya sejak awal di dalam saku bajunya, menusukkan alat itu ke arah badan korbannya berulang kali hingga mencapai empat kali penerobosan.
Sesudah disayat dengan pisau, si korban segera jatuh terkapar di permukaan tanah. Tidak puas sampai di sana, sang penyerang kemudian menyerbu lagi dengan asal-asalan menusukkan senjata tajam tersebut ke arah tubuhnya.
“Serangan pisau menancap ke punggung, bahu, tubuh, sampai pahanya si korban. Berdasarkan pemeriksaan, terdapat 20 lukanya yang tertusuk di sekujur tubuh korban,” ungkapnya.
Setelah menghabisi mangsa, si pembunuh lalu melarikan diri menuju DAM Ketapang, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Di tempat itu, sang pelaku membersihkan darah yang menempel pada tubuhnya serta pisau yang digunakan.
Berikutnya, sang penjahat menghubungi saudaranya yang laki-laki. Saudaranya tersebut kemudian menyarankan agar si penjahat kembali kerumah. Di sisi lain, warung di mana insiden terjadi dipenuhi oleh darah mangsa.
“Saksi yang berada di tempat kejadian menegaskan bahwa mereka menggunakan semprotan cairan pembersih sepeda motor untuk menyiram area bekas darah. Perbuatan itu dilancarkan akibat ketakutan dan setelahnya saksi beserta pemilik warung lari dari lokasi,” jelasnya.
Baca selengkapnya
3. Serangkaian Kecelakaan Melibatkan 4 Truk Polisi di Surabaya, 3 Personil Luka, Tim Dirsamapta Polda Jatim Kunjungi Lokasi Kejadian
Tiga anggota polisi diberitakan mengalami luka karena serangkaian kecelakaan yang melibatkan empat truk dinas polisi di Jalan Raya Gunungsari, Wonokromo, Surabaya, pada hari Jumat (23/5/2025) petang.
Menurut data yang dikumpulkan News IT, terdapat tiga petugas polisi yang menderita luka ringan karena insiden ini. Mereka adalah penumpang pada kendaraan dinas polisi yang ikut serta dalam peristiwa kecelakaan tersebut.
Mereka menerima pertolongan medis awal dari tim dokter PMI Pemerintah Kota Surabaya di tempat kejadian. Setelah itu, mereka ditransfer ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Untuk para korban yang terluka tersebut, antara lain Bripda IN memiliki luka di kakinya sebelah kiri. Sedangkan Bripea SN merasa kesulitan bernapas dan Bipeka YO mengeluhkan adanya rasa sakit di bahannya.
Di tempat kejadian, Direktur Ditsamapta Polda Jatim Kombes Pol Budi Karyono juga hadir di sana untuk mendampingi dan mengecek kondisi bawahannya yang menerima perawatan medis dari tim dokter kota Surabaya di dalam ambulance.

Berdasarkan keterangan dari saksi mata Hambali (54), sejumlah petugas kepolisian mengalami luka saat peristiwa itu terjadi.
Tetapi, dia hanya melihat seorang polisis mengalami kesulitan dalam berjalanan dan akhirnya harus diangkat oleh dua rekannya.
Ketika sang korban digiring melewati depan toko besi lama miliknya, yang tak jauh dari tempat kecelakaan polisi itu terjadi,
Akhirnya Hambali menyaksikan secara langsung bahwa bagian kaki kirinya yang menjadi milik Korban Petugas Kepolisian tersebut, terlihat penuh darah.
“Sekilanya tampak hanya ada satu korban yang telah dibawa oleh ambulance sebelumnya,” katanya ketika ditemui News IT di tempat kejadian.
Berdasarkan keterangan dari Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Herdiawan Arifianto, para petugas polisi yang menjadi korban hanya menderita cedera ringan dan telah diberikan perawatan medis di RS Bhayangkara Surabaya.
Baca selengkapnya
—–
Berita Jatim
dan
berita viral
lainnya.
Berita menarik lainnya ada di
Google News News IT
Leave a Comment