Zenium dot ID, KABUPATEN MURUNG RAYA

– Viral sebuah klip di platform-media sosial memperlihatkan momen saat satu buah lanting di wilayah Puruk Cahu terendam banjir dataran tinggi yang berasal dari kawasan Desa Muara Joloi, Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya.

Dalam video selama 36 detik tersebut, bisa didengar suara penduduk yang ketakutan akibat aliran Sungai Barito mendadak menjadi sangat deras dan hampir menggenangi beberapa area permukiman.

Kabid Darlog BPB-PK Kalimantan Tengah, Alpius Patanan mengkonfirmasi bahwa insiden itu berlangsung di Puruk Cahu pada hari Selasa, 15 April 2025.

Menurut Alpius, banjir itu terjadi lantaran curah hujan yang sangat deras di wilayah hulu Sungai Barito.

Berdasarkan pengakuan dari Bidang Darurat Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya, insiden dalam video tersebut terjadi di Puruk Cahu pada gudang Fikri yang berfungsi sebagai toko kelontong. Kejadian ini disebabkan oleh arus banjir datang dari Muara Joloi, Kecamatan Seribu Riam. Demikian penjelasan Alpius, hari Kamis tanggal 17 April tahun 2025.

Tidak terdapat efek yang mencolok karena hujan lebat itu. Menurut Alpius, Pemerintah Daerah Murung Raya sudah menangani situasi secara dini usai peristiwa berlangsung.

Selanjutnya, Alpius menyatakan bahwa banjir di Kecamatan Seriubu Riam, Murung Raya telah mereda setelah sebelumnya tertimbun air selama tiga hari.

Menurut data dari Pusdalops BPB-PK Kalimantan Tengah yang diperbarui pada tanggal 16 April 2025, kecamatan Seribu Riam dilanda banjir yang menenggelamkan dua desa yaitu Desa Muara Joloi I serta Desa Muara Joloi II. Ketinggian permukaan air paling tinggi dicatat sekitar 200 hingga 250 sentimeter.

Banjir tidak hanya melanda desa-desama di Kecamatan Seribu Riam, tetapi juga menjangkiti Desa Tumbang Tuan, Desa Tumbang Molut dan Kelurahan Tumbang Kunyi yang berada di Kecamatan Sumber Barito.

Banjir yang terjadi di Murung Raya adalah peristiwa kedua pada bulan April. Sementara itu, dalam tahun 2025 saja, Murung Raya telah mengalami enam kali musibah banjir.

Di luar Murung Raya, catatan BPB-PK Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa hingga 16 April 2025, banjir masih berlangsung di Barito Selatan, Kapuas, Katingan, serta Barito Utara.

Beberapa kabupaten juga mengalami banjir beruntun sepanjang tahun 2025, dan di Barito Selatan, banjir telah terjadi selama tiga bulan lamanya.

Tags:

Share:

Leave a Comment