Harga minyak mentah mengalami kenaikan di akhir sesi perdagangan hari Rabu (16/4).

Mengutip
Reuters
Pada hari Kamis (17/4), harga minyak mentah Brent berakhir dengan kenaikan sebesar 1,8% mencapai tingkat USD 65,85 per barel.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di AS meningkat 1,9% mencapai level USD 62,47 per barel.

Kenaikan harga dua patokan minyak internasional tersebut disebabkan oleh keprihatinan terkait suplai global usai pemerintah Amerika Serikat menerapkan sanksi tambahan yang ditujukan kepada pembeli China atas minyak dari Iran. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah meningkatkan kembali bea masuk bagi produk-produk China hingga mencapai 245%.

Pada hari Rabu (16/4), AS memberlakukan hukuman tambahan yang bertujuan melawan ekspor minyak Iran, termasuk terkait dengan pabrik pengilangan “teapot” yang ada di Cina. Ini dilakukan oleh Presiden Donald Trump guna memperkuat desakan kepada Teheran serta mendesak agar ekspor minyak Iran merosot menjadi nihil.


Batu Bara

Di akhir sesi perdagangan pada hari Rabu (16/4), nilai batubara untuk kontrak berjangka bulan April 2025 yang diperdagangkan di Bursa ICE Newcastle tercatat sebesar USD 94,25 per ton, mengalami penurunan sekitar 1,31%.


CPO

Berdasarkan data dari tradingeconomics, nilai harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) saat pasar tutup pada hari Rabu (16/4) tercatat sebesar MYR 4.007 per ton, mengalami penurunan sebanyak 0,92 persen.

Kontrak minyak sawit Malaysia merosot sekitar 2% turun di bawah level MYR 4.030 per ton, mencatat penurunan untuk sesi ketiganya secara beruntun akibat kecemasan bahwa harga bisa masih tertekan saat relaksasi tariff AS berakhir dalam tiga bulan mendatang.


Nikel

Di akhir perdagangan pada hari Rabu (16/4), menurut data dari London Metal Exchange (LME), harga nikel ditempatkan di level USD 156.83 per ton, mencatat kenaikan sebesar 0,80 persen.


Timah

Pada hari penutupan Rabu (16/4), PT Timah melaporkan adanya pertambahan nilai. Menurut data dari London Metal Exchange (LME), harga timah berada di posisi USD 308.000 per ton dan mengalami sedikit penurunan sebesar 0,80%.


Tags:

Share:

Leave a Comment