PR GARUT –

Bagaimana rasanya memiliki ponsel yang benar-benar unik dan terlihat beda dibandingkan milik orang lain? Apalagi kalau desain serta fiturnya bisa memicu rasa ingin tahu Anda. Sekarang, ada satu ponsel luar biasa bernama i Pro. Cuma liat bentuk dan fungsi produk tersebut saja udah cukup buat menggoda rasa penasaran kita. Belum lagi ketika melihat tampillannya yang selalu condong dan wujudnya sedikit beragam daripada sebagian besar smartphone pada umunya. Kotak pembungkusan yang mini seperti kotak jam tangan itu pun turut menyumbangkan daya tarik tersendiri saat membuka paket barang baru tersebut.

Setelah membongkar kotaknya, tersedia berbagai perlengkapan dasar seperti kabel data USB A ke USB Type-C, tali gantung (yang membangkitkan kenangan akan ponsel Nokia lawas), serta alat pengeluarkan SIM card yang unik dengan bentuk bulat dan panjang. Tidak ada benda tambahan lain di dalam kotak ini. Meskipun tampak biasa, sesuatu menjadi menonjol saat smartphone tersebut digenggam; wujudnya sungguh lucu, apalagi ditambah dengan warna merah muda dan gaya rancangan serupa iPhone versi mini.

Meski demikian, keistimewaan ponsel ini tak cuma terlihat dari penampilkannya saja. Ia memiliki layar seluas 1,8 inci yang relatif mini serta desain spesial agar dapat mengeluarkan keyboard-nya. Fungsinya agak unik karena layarnya mampu berputar supaya bisa melihat keyboard alfanumerik lebih jelas. Fitur semacam itu sangatlah langka dalam smartphone saat ini. Namun, walaupun bentuknya tampak imut, masih ada beberapa faktor lain yang bikin orang ragu-ragu untuk memboyong pulang ponsel tersebut.

Saat mengoperasikan perangkat tersebut, diketahui bahwa beberapa tombol memiliki posisi yang unik, contohnya tombol panggilan dan akhiri panggilan yang terletak di sebelah kanan. Selain itu, slot SIM-nya juga lumayan variatif; ada tiga tempat penyimpanan yakni dua buat kartu SIM ukuran nano dan satu lagi untuk kartu memor microSD. Di bagian bawah ponsel ini tersedia mikrofon, port pengisip ulang USB Type-C, serta lubang peniti. Sedangkan pada sisi atas tak ada apa-apanya. Pada bagian belakang, disematkan tiga lensa kamera namun resolusinya cuma VGA saja. Meski kelihatan sedikit ganjil, tetap saja smartphone ini cukup menawan sebagai tambahan dalam koleksimu.

Walau demikian, aspek paling istimewa dari telepon genggam ini berada di bagaimana ia memperlihatkan keyboard-nya. Perangkat tersebut tak menggunakan sistem lipat atau geser standar; sebalinya, layarnya dapat diputar supaya tampilan keyboard alfabetis nampak. Hal itu membuat kita ingat akan jenis-jenis perangkat mobile lawas bermerek seperti Nokia ataupun Motorola yang dahulu kala telah merilis varian dengan konsep mirip. Akan tetapi, walaupun menjadi fitur tersendiri, keyboard ini tampak agak licin serta susah dikendalikan akibat ketiadaan pemisah di antara setiap tombolnya.

Saat menghidupkan hp ini, Anda akan disuguhi antarmuka yang lumayan simpel tapi tetap teratur. Ikon-ikonnya menunjukkan gaya desain dasar pada ponsel sejenis. Namun sayangnya, walaupun perangkat ini dilengkapi dengan beragam fitur canggih, layanan seperti internet, WhatsApp ataupun Facebook tak dapat digunakan karena hp tersebut hanya kompatibel dengan jaringan 2G saja. Penggunaannya pun dibatasi hingga ke browsing web yang pasti kurang responsif dan cepat.

Baterai ponsel ini relatif kecil dan sudah terintegrasi, jadi agak rumit untuk melepaskannya atau menukar baterainya apabila terdapat gangguan. Ternyata, tak lama sejak memulai penggunaannya, layar ponsel tersebut secara tiba-tiba menjadi blank dan hanya menampilkan warna putih saja. Meski telah mencoba melakukan reboot berkali-kali, permasalahan itu masih belum terselesaikan. Hal ini menyebabkan saya bertanya-tanya tentang kemungkinan adanya masalah pada kelenturan layarnya atau bisa juga karena adanya kerusakan pada kabel fleksibel yang mengaitkan layar dengan komponen internal dari ponsel tersebut.

Pada saat bersamaan, fasilitas tambahan seperti radio, kalkulator, kalender, serta senter tetap bekerja optimal. Sedangkan untuk sektor gaming, hanya tersedia satu buah game yaitu ular yang memang sudah menjadi ikonik lama, dan kesulitan mengaksesnya disebabkan oleh tata letak tombol yang kurang familiar. Di bagian hiburan multimedia, pemutaran video dan aplikasi pendengar musik turut hadir; akan tetapi mutunya cukup dibatasi. Format file video yang didukung adalah 3GP saja, sedangkan kemampuan kamera pada perekaman video memiliki kejernihan gambar yang relatif rendah.

Beberapa waktu kemudian, saya mulai memeriksa komponen internal ponsel tersebut untuk mengetahui sumber masalah pada layarnya. Saya menyadari bahwa ponsel ini menggunakan berbagai kabel tua, bahkan hingga ke perangkat seperti pengeras suara dan kamera. Setelah membongkar bagian dalamnya, ternyata LCD bisa dilepaskan; namun sepertinya agak sulit untuk mengatur ulang semuanya secara tepat nantinya.

Meski telah menguji beberapa metode perbaikan, kendala dengan tampilan layarnya masih bertahan. Bisa jadi disebabkan oleh kelainan pada kabel penghubung atau bisa juga dari segi komponen display-nya sendiri, belum dapat dipastikan. Keadaan tersebut lumayan menyedihkan lantaran sebelumnya ponsel ini tampak begitu menggoda dan berpotensi.

Secara umum, iPhone Pro ini memberikan sensasi tersendiri dibanding smartphone lainnya, terlebih dengan konsep dan sistem layarnya yang dapat dilipat. Akan tetapi, persoalan seputar mutu serta ketahanan produk tampaknya menjadi halangan besar. Untuk para kolektor gadget eksentrik ataupun orang-orang yang penasaran dengan perkembangan teknologi masa lalu, model ini mungkin masih cukup menarik minat. Sedangkan buat Anda yang menjadikan standarisasi dan daya tahan sebagai prioritas, ada beberapa alternatif lain yang patut dipandang serius.

Secara keseluruhan, walaupun handphone i Pro ini memiliki tampilan yang menarik berkat desainnya yangunik, perlu dipertimbangkan bahwa membeli barang semacam ini datang dengan beberapa risiko. Walaupun harganya cukup terjangkau, tetap ada potensi untuk mengalami kendala teknis serta kualitas yang belum tentu terjamin. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan matang-matang semua dampaknya sebelum melakukan pembelian tersebut. ***

Tags:

Share:

Leave a Comment