PIKIRAN RAKYAT –

Seismic activity struck the southwestern area of Pacitan, East Java, with a magnitude of 5.7 on Tuesday morning at 7:58 AM WIB. The tremor was felt across various regions in East Java and Yogyakarta despite posing no risk for a tsunami. The official information regarding this event has been released by the Agency forMeteorology, Climatology, andGeophysics (BMKG).

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat guncangan gempa ini terletak di perairan, secara spesifik pada titik lintang selatan 10.41 dan bujur timur 110.25, atau kurang lebih 265 km ke arah baratdaya wilayah Kabupaten Pacitan. Kejadian tersebut memiliki kedalaman sebesar 10 kilometer, sehingga masuk dalam jenis gempa bumi dangkal yang umumnya dirasakan dengan cukup kuat di permukaan tanah.

“Berdasarkan pernyataan BMKG melalui situs web resmi mereka pada hari Selasa, 27 Mei 2025 pagi, gempa tersebut tidak memiliki potensi untuk mengakibatkan tsunamis; meski demikian, masyarakat diimbau agar tetap waspada akan adanya guncangan susulan,” tutur Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika lewat portal online-nya.

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Walaupun episentrum gempa terletak di perairan, getaran masih bisa dirasakan di beberapa daerah di pulau Jawa. Menurut catatan BMKG, gempa tersebut dikategorikan sebagai intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity), yakni goyang lemah yang hanya dapat dirasakan oleh segolongan orang, khususnya mereka yang ada di dalam gedung.

Berikut adalah daerah yang mengalami gemetar akibat guncangan dari gempa bumi:

  1. Pacitan
  2. Bantul
  3. Trenggalek
  4. Nganjuk
  5. Karangkates
  6. Blitar
  7. Malang

Waspada Gempa Susulan, Namun Potensi Tsunami Rendah

BMKG mengklaim bahwa gempa tersebut tidak akan menyebabkan gelombang tsunami. Akan tetapi, kemunculan gempa lanjutan masih bisa terjadi dan umumnya memiliki intensitas yang lebih rendah. Penduduk diminta agar tetap tenang namun waspada.

” Kami menghimbau kepada publik untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benarnya. Harap hindari struktur bangunan yang telah retak atau hancur karena guncangan gempa,” demikian disampaikan BMKG melalui pernyataan formalnya.

Tips Menghadapi Gempa Bumi

Untuk menghindari kemungkinan cidera atau bahaya ketika gempa bumi terjadi, berikut ini merupakan sejumlah tindakan krusial yang direkomendasikan oleh pakar penanggulangan bencana:
1. Berada di tempat aman dan jauhkan diri dari objek keras atau besar.
2. Jaga posisi rendah untuk melindungi kepala dan leher Anda.
3. Tempati area ruangan dengan struktur paling kokoh jika memungkinkan.
4. Gunakan lengan sebagai pelindungan wajah dan mata.
5. Setelah guncangan mereda, carilah rute evakuasi ke daerah pembukaan luas.
Pastikan selalu siap sedia informasi tentang strategi perlindungan diri sesuai anjuran petugas setempat ya!

Sebelum Gempa

  1. Pengenalan tempat yang aman di dalam rumah, misalnya di bawah meja kuat ataupun di samping dinding interior.
  2. Simpan peralatan darurat seperti lampu senter, kotak first aid, camilan, botol air, dan terompet kecil.
  3. Pastikan Anda tidak menyimpan benda berat pada ketinggian agar terhindar dari risiko jatuh selama guncangan gempa.

Saat Gempa Terjadi

  1. Apabila Anda sedang di dalam suatu gedung, langsunglah melindungi kepala serta badan menggunakan objek tahanan, kemudian cari perlindungan di bawah meja, dan hindari area dekat jendela ataupun barang-barang yang mungkin retak atau hancur.
  2. Bila berada di luar, jaga jarak dengan gedung, tiang listrik, pepohonan tinggi, atau baliho iklan.
  3. Apabila Anda sedang berkendara, segera parkirkan mobil di area yang luas dan tinggal di dalam kabin sampai getaran mereda.

Setelah Gempa

  1. Perhatikan keadaan Anda sendiri serta yang ada di lingkungan sekitar, berilah bantuan apabila dibutuhkan.
  2. Berhati-hatilah terhadap guncangan berikutnya dan jauhi struktur yang rusak.
  3. Ikuti sumber berita resmi dari BMKG, BNPB, atau pemerintah setempat dan hindari menyebarkannya jika tidak terverifikasi.

Gempa bumi merupakan suatu kejadian alam yang sulit untuk ditebak, tetapi dapat diantisipasi melalui persiapan yang matang. Guncangan dari gempa Pacitan pada pagi hari mengingatkan kita semua, terlebih lagi bagi warga di daerah berisiko tinggi seperti pantai selatan Jawa, agar senantiasa waspada serta mengetahui tindakan-tindakan darurat. ***

Tags:

Share:

Leave a Comment