Zenium dot ID
Setelah Cianjur, gempa baru-baru ini mencerminkan Kota Bandung bergetar hebat dan fokusnya ada di perairan, pada hari Kamis (17/4/2025).
BMKG melaporkan bahwa guncangan gempabumi di Bandung, Jawa Barat tercatat pada pukul 14:22 WIB dan memiliki magnitudo sebesar 2,2.
BMKG menyatakan bahwa titik pusat guncangan terletak di daratan, tepatnya 113 Kilometer ke arah Barat Daya dari Kabupaten Bandung, yang berada di Provinsi Jawa Barat.
Episentrum guncangan gempa terletak di ketinggian 15 KM.
Update gempa dengan kekuatan Magnitudo 2.2 pada tanggal 17 April 2025 pukul 14:22:33 WIB. Lokasi terjadi di koordinat 7.94 LS – 107.08 BT, yaitu sejauh 113 kilometer arah baratlaut dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan kedalaman hiposentrumnya adalah 15 Kilometr. Laporan ini dikirim oleh BMKG melalui akun X @bmkgwilayah2 pada hari Kamis, 17 April 2025 sore.
Sebelumnya, gempa bumi terakhir yang mengejutkan telah menggetarkan wilayah Cianjur, tepatnya di daratan Jawa Barat pada hari Kamis tanggal 17 April 2025 sore itu.
BMKG melaporkan bahwa gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat berlangsung pada pukul 13:23 WIB dan memiliki kekuatan Magnitudo 2,6.
BMKG mengindikasikan bahwa episentrum gempa terletak di daratan, tepatnya 5 Kilometer ke arah Barat Laut Kabupaten Cianjur, yang berada di Provinsi Jawa Barat.
Episentrum guncangan gempa terletak di ketinggian 6 Kilometer, yang merupakan jenis gempa dangkal.
BMKG juga mengatakan bahwa getaran dari gempabumi itu terasa di Kecamatan Cianjur dengan Tingkat intensitas MMII hingga MIII serta di Kecamatan Cugenang dengan tingkat intensitas MMI II.
Perbarui informasi gempa dengan kekuatan Magnitudo 2.6 pada tanggal 17-Apri-25 pukul 13:23:08 WIB, lokasi terjadi di koordinat 6.85 LS – 107.10 BT (berada sekitar 5 kilometer arah BaratDaya dari Kabupaten Cianjur-Jabar). kedalaman hiposentrumnya adalah 6 Kilometer, dirasakannya mencapai skala intensitas II-III MMI di wilayah Kecamatan Cianjur serta level II MMI di wilayah Kecamatan Cugenang. Informasi ini disampaikan oleh BMKG melalui akun resmi X @bmkgwilayah2, Rabu (16/4/2025) malam.
Sebelumnya, gempa terakhir yang terjadi di Jawa Barat menggetarkan Kota Bandung dengan titik pusat berada di daratan, pada hari Rabu (16/4/2025) malam.
BMKG melaporkan bahwa guncangan gempabumi di Bandung, Jawa Barat tercatat pada pukul 21:28 WIB dan memiliki magnitudo sebesar 1,8.
BMKG mengindikasikan bahwa titik pusat guncangan terletak di daratan, tepatnya 36 km arah barat daya dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Episentrum guncangan gempa terletak di kedalaman 6 Kilometer, yang merupakan jenis gempa dangkal.
Update gempabumi dengan kekuatan magnitudo 1.8 terjadi pada tanggal 16 April 2025 pukul 21:28:43 WIB. Lokasi guncangan berada di titik koordinat 7.35 LS – 107.51 BT, yang setara dengan 36 kilometer arah barat daya dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. kedalaman hiposentrum mencapai 6 Kilometr. Informasi ini disampaikan oleh BMKG melalui akun resmi X (@bmkgwilayah2), Rabu (16/4/2025) malam.
Sebelumnya, gempa bumi terakhir yang terjadi di Jawa Barat menimpa kota Cianjur. Epicentrum dari guncangan ini berada di daratan, tepat pada hari Rabu, 16 April 2025, di waktu pagi.
BMKG melaporkan bahwa gempabumi yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat berlangsung pada pukul 09:27 WIB dan memiliki magnitudo sebesar 2,5.
BMKG mengindikasikan bahwa episentrum gempa terletak di daratan, tepatnya 8 Kilometer ke arah Timur Laut dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Episentrum guncangan gempa terletak di kedalaman 5 Kilometer, yang masuk kategori gempa dangkal.
BMKG juga mengatakan bahwa getaran dari gempabumi yang pusarnya ada di Cianjur terasa di Kecamatan Karangtengah dengan skala intensitas MMI II-III.
“Perbarui informasi gempa dengan magnitudo 2.5 pada tanggal 16-Apr-25 pukul 09:27:35 WIB. Lokasi terjadi di koordinat 6.77 LS – 107.20 BT, yang berarti 8 km ke arah timurlaut dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ketebalan hiposentrumnya adalah 5 Kilometer dan digerakkan hingga mencapai Kecamatan Karangtengah II-III dengan intensitas MMI menurut laporan BMKG.” Tulisan ini diposting oleh BMKG melalui akun X @bmkgwilayah2 pada hari Rabu (16/4/2025) pagi.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda ambil ketika gempabumi terjadi:
1. Tetap tenang
Ketika gempa terjadi, usahakan agar tidak panik dan tetap tenang!
Dalamhkan nafasmu, kemudian perhatikan lingkungan di sekelilingmu dan carilah lokasi yang tepat sebagai tempat perlindungan.
2. Di dalam rumah
Apabila ketika guncangan terjadi kamu sedang berada di kamar hotel, usahakan untuk melindungi diri serta mereka yang berada di sekitarmu.
Bersembunyi di bawah meja merupakan lokasi ideal untuk menjaga diri dari objek yang jatuh karena guncangan gempa.
Selanjutnya, tutupi kepalanya menggunakan sesuatu yang lembut.
Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan bantal, helm, ataupun papan. Namun, cara termudah adalah dengan menggunakannya sambil berbaring telentang.
3. Di luar ruangan
Apabila ketika gempa berlangsung kamu tengah di luar bangunan, langkah awal yang perlu diambil ialah bergegas ke tempat yang jauh dari struktur bangunan serta tiang-tiang listrik untuk mencapai area yang lebih lapang.
Tenanglah dengan mengambil nafas yang panjang dan tidak melakukan apa-apa.
Karena umumnya setelah gempabumi pertama akan muncul gempabumi susulan.
4. Di kerumunan
Apabila pada waktu itu Anda tengah berada di antara keramaian, umumnya situasi tersebut dapat menimbulkan ketidaktenangan.
Agar mencegahi situasi itu, coba ikuti instruksi tim SAR dan berusahalah segera menuju ke anak tangga evakuasi guna mencapai area terbuka.
5. Pada pegunungan atau di ketinggian daratan
Apabila gempa terjadi ketika Anda sedang berada di pegunungan, pindahlah ke area yang lebih terbuka untuk tempat berteduh.
Jauhi area di sekitar lereng gunung karena berisiko terjadi tanah longsor yang dapat membahayakan nyawa.
6. Di laut
Gelombang tsunami dapat disebabkan oleh guncangan yang terjadi di dasar lautan.
Apabila gempa bumi tersebut terjadi, pindahlah menuju area yang lebih tinggi.
7. Di dalam kendaraan
Untuk mereka yang tengah dalam perjalanan ketika guncangan gempa bumi terjadi, sebaiknya berpegang kuat agar tidak jatuh.
Berkaslah di area terbuka dan hentikan perjalananmu di situ.
Skala Gempa
Diketahui bahwa getaran gempa diukur menggunakan skala MMI.
Berikut adalah skala MMI yang diambil dari situs web BMKG:
I MMI
Guncangan gempa tidak bisa dirasakan kecuali dalam kondisi istimewa dan hanya oleh sebagian orang.
II MMI
Goncangan dari gempa dirasakan sebagian orang, dan objek-ringan tergantung seperti lampu hias pun ikut berayun.
III MMI
Guncangan gempa terasa sekali di dalam bangunan.
Guncangan pada lantai teras tampak seperti meningkat saat truk sedang melaju.
IV MMI
Di tengah hari, kebanyakan orang merasakannya di dalam rumah, sementara sebagian hanya melihat dari luar. Kaca pecah, pintu serta jendela bergetar dengan keras, bahkan dinding pun ikut mengeluarkan suara.
V MMI
Guncangan gempa bumi bisa dirasakan kebanyakan orang, mereka lari ketakutan, piringan keramik retak, peralatan berserakan, tiang serta objek besar nampak goyang, sementara bandul lonceng mungkin diam.
VI MMI
Gelombang guncangan gempabumi tersebut terasa oleh seluruh orang.
Banyak yang kaget dan langsung melarikan diri, plester dari tembok rontoh sementara cerobong asap di pabrik mengalami kerusakan kecil.
VII MMI
Setiap orang di dalam rumah pergi.
Rumah mengalami kerusakan kecil namun memiliki struktur dan konstruksi yang solid.
Pada struktur yang memiliki kualitas kurang memadai, kerusakannya cukup parah seperti adanya retakan dan kehancuran, selain itu cerobong asap juga patah.
Dan getarannya bisa terasa oleh orang yang sedang menaiki kendaraan tersebut.
VIII MMI
Rusak kecil di gedung berkonstruksi tangguh.
Retak pada struktur gedung yang pembangunannya tidak memadai, dinding lepaskan diri dari rangka hunian, cerobong asap pabrik serta patung runtuh, air menjadi keruh.
IX MMI
Rusaknya struktur gedung yang kokoh, bagian kerangka rumah jadi berbentuk tidak lurus, dan retakan mulai muncul di mana-mana.
Kediaman itu nampak berpindah dari dasar semula. Saluran air di dalam bangunan tersebut patah.
X MMI
Struktur berbahan dasar kayu yang kokoh mengalami kerusakan, konstruksi bangunan terlepas dari fondasinya, permukaan tanah retak dengan pola melingkar, serta tanah longsor di sepanjang setiap aliran sungai dan area lereng curam.
XI MMI
Gedung-gedung yang hanya segelintir masih bertahan.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Saluran bawah tanah menjadi tak berguna, permukaan tanah retak, dan jalur kereta menjadi sangat berkelok-kelok.
XII MMI
Runtuh sepenuhnya, ombakan terlihat di atas permukaan tanah.
Lanskap menjadi suram, objek dilempar ke angkasa.
Lainnya dapat membacakan berita dari Zenium dot ID untuk Anda.
GoogleNews
Leave a Comment