News Info.CO.ID – JAKARTA

. Harga e

Mas Dunia terus menyentuh puncak tertingginya yang belum pernah dicapai sebelumnya, yaitu all time high (ATH). Di tahun ini, harga emas global memiliki potensi untuk meningkat dan mungkin menembus angka US$ 4.000 per ons troy.

Pada Senin (21/4) sekitar pukul 19:30 WIB, nilai emas global berhasil menembus angka US$ 3.400 untuk setiap ons troy. Dari perspektif harian, kenaikan harganya adalah 2,19%. Sementara itu, dari awal tahun sampai saat ini, pertambahan nilainya telah melonjak menjadi 45,79%.

Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyoroti bahwa kenaikan harga emas belakangan ini dipicu oleh pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengindikasikan perlambatan perekonomian AS disebabkan oleh kebijakan tariff dari Donald Trump. Akhirnya, para investor lebih agresif dalam mencari emas sebagai instrumen pelindung nilai atau safe haven.

Sebaliknya, Ibrahim juga menekankan tentang sentimen geopolitik yang tetap memanas. Serangan Israel ke Palestina yang tak kunjungi mereda, termasuk baru-baru ini di kamp penampungan penduduk di daerah Khan Younis pada hari Sabtu (19/4), mencerminkan bahwa tensi di Timur Tengah kemungkinan besar bakal semakin tinggi.

Wah, ketidakstabilan di area Timur Tengah semakin diperparah oleh invasi Rusia ke Ukraine. “Hal ini sangat menyinggung Amerika Serikat,” ujar Ibrahim pada hari Senin (21/4). “Bisa jadi Amerika akan mencabut kesepakatan tersebut dan menyediakan lagi senjata berat mereka untuk membantu Ukraine, yang kemudian bisa memicu situasi politik militer di Benua Eropa menjadi lebih tegang.”

Dalam gelombang kenaikan harga emas yang melambung tinggi, ancaman pembalikkan arah biasa ikut mengintai. Hal ini sudah pernah dialami sebelumnya saat harga emas global meraih puncak di US$ 1.900 per troy ounce pada tahun 2004.


drop

sekitar sejauh sampai US$ 1.200 per ons troi pada tahun 2009.

Namun, sesuai dengan pendapat Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, penyesuaian harga emas tidak diperkirakan akan terjadi secara cepat.

“Perkiraan koreksinya tak bisa ditentukan kecuali terjadi perubahan mendasar signifikan semacam perkembangan di sekitar perang perdagangan yang menjadi sentimen dominan saat ini,” ungkapnya dalam wawancara dengan News Info.co.id, pada hari Senin (21/4).

Sebaliknya, Lukman mengatakan bahwa ada peluang untuk kenaikan harga emas. Menurutnya, mencapai harga emas antara US$ 3.500 hingga US$ 3.600 per ons troy cukup mungkin, bahkan meroket ke angka US$ 4.000 pada tahun ini juga tidak mustahil.

Secara bersama-sama, Ibrahim mengatakan bahwa harga emas global diperkirakan akan mencapai tingkat sekitar US$ 3.600 per ons troi pada kuartal ketiga tahun 2025 yang akan datang.

Tags:

Share:

Leave a Comment