LONDON, Zenium dot ID
– Nilai harga emas global naik drastis melewati titik 3.300 dolar AS per troy ounce dan merangkak ke level tertingginya yang baru, sementara para investor beralih ke aset safe haven menghadapi turbulensi akibat perselisihan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Harga emas di pasar spot mencapai puncak tertingginya sebesar 3.317,90 dolar AS per troy ounce pada hari Rabu (16/4/2025). Kenaikan ini terus berlanjut akibat imbas dari kebijakan tariff yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, penjualan masal beli kembali oleh bank sentral, serta adanya spekulasi tentang pengurangan tingkat suku bungga oleh The Fed.
Mengutip Investopedia, harga kontrak berjangka emas naik lebih dari 3% mencapai level tertingginya sekitar 3.350 per ons.
“Emas tengah direvisi guna merefleksikan keadaan geopolitik global saat ini. Bila harga emas mengindikasikan sesuatu, itu merupakan suara peringatan yang tegas,” ungkap analis mandiri Ross Norman, sebagaimana dilaporkan oleh media tersebut.
Reuters
.
“Pembelian massal yang dimulai kurang lebih satu tahun yang lalu, mungkin saja berasal dari pembelian bank sentral tanpa pengumuman resmi, saat ini didukung lagi oleh tindakan membeli berdasarkan peningkatan harga,” jelasnya.
Harga emas global sudah meningkat kira-kira 26% sepanjang tahun ini, suatu pertambahan yang walaupun belum mencapai level reli besar terjadi pada tahun 1980 saat Revolusi Iran, dimana harga emas meroket mendekati 118% dari November 1979 sampai Januari 1980.
Pada hari Selasa, Trump mengeluarkan lagi keputusan tentang tarif dengan menyatakan penyelidikan terkait potensi implementasi cukai tambahan pada seluruh impor mineral penting Amerika Serikat serta sejumlah produk lainnya.
Emas telah lama dipakai sebagai perlindungan melawan goncangan politik.
“Sebagian pemilik emas untuk jangka waktu lama memanen laba pada titik harga tinggi tersebut, akan tetapi aliran dana segar masih sangat signifikan,” ungkap Adrian Ash, yang merupakan Direktur Riset di BullionVault.
Dana ETF emas menunjukkan adanya aliran dana masuk sebanyak 226,5 metrik ton dengan nilai total 21,1 miliar dolar AS di trimester pertama tahun 2025, angka terendah sejak trimester pertama tahun 2022, sementara pasar berurusan dengan efek dari serangan militer Rusia terhadap Ukraina.
“Penawaran ETF sebagai elemen penambah baru yang sempat menghilang dan kini secara jelas mendukung penaikkan harga emas,” ungkap Norman.
Emas pun menerima dorongan dari penurunan nilai dolar AS yang hampir mencapai posisi terendahnya selama tiga tahun, menjadikan logam mulia ini semakin menggiurkan sebagai pilihan investasi untuk para pemilik mata uang alternatif.
“Titik penting selanjutnya bagi emas adalah 3.500 dolar AS per ons. Hal ini kemungkinan besar akan dicapai dalam jangka pendek,” kata Norman.
Pembelian oleh bank sentral pun menguatkan harga emas, di mana bank sentral Cina meningkatkan stok emasnya pada Maret untuk kali kelima beruntun.
Berita tentang harga emas global menunjukkan bahwa sudah ada 25 puncak tertinggi yang dicapai sepanjang tahun ini, dengan 13 dari jumlah tersebut melebihi kisaran 3.000 dolar AS.
Leave a Comment