Dolar Meningkat, Namun Harga Daihatsu Masih Stabil, Inilah Sebabnya
Dolar Menguat, Namun Harga Daihatsu Masih Stabil, Ini Penjelasannya
Kurs rupiah terhadap dolar AS telah melemah dalam beberapa minggu terakhir ini.
Zenium dot ID/ News
Hendra 17 April, pkl 07.40 17 April, pkl 07.40 Zenium dot IDKurs tukar rupiah melemah dibandingkan dengan dolar AS dalam beberapa minggu terakhir.
Rupiah pernah mencapai titik terendahnya sebesar Rp 17.261 untuk satu dolar AS pada tanggal 7 April kemarin.
Hingga hari ini, menurut data dari Wise.com, nilai tukar rupiah adalah sebesar Rp 16.802 untuk setiap dolar AS.
Penurunan nilai tukar rupiah diperkirakan akan mempengaruhi bidang ekonomi, misalnya dengan adanya kenaikan harga.
Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu bidang yang diyakin akan mengalami dampak adalah industri otomotif.
Banyak komponen masih dikenal sebagai impor, khususnya untuk mobil CBU.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang fokus pada pengamatan beragam tren yang ada.
“Pasti kami akan mengawasi berbagai peristiwa yang terjadi. Tetapi secara spesifik tentang penurunan nilai rupiah dibandingkan dengan dolar, sampai sekarang belum ada keputusan untuk meningkatkan harga satuan,” jelas Sri Agung Handayani, Direktur Pemasaran ADM selama acara silaturahmi bersama media di Jakarta, Rabu (16/4).
Menurut Sri Agung, terdapat beberapa alasan yang menjadikan kelompoknya masih mempertahankan harganya seperti saat ini.
Menurut dia, penurunan nilai tukar rupiah tidak langsung meningkatkan harga jual barang tersebut.

“Pembelian komponen dilakukan enam bulan hingga satu tahun lebih awal. Oleh karena itu, kita tidak dapat langsung menaikan harga; kami perlu melakukan pengawasan terlebih dulu,” jelasnya.
TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri dari produk Daihatsu sangat tinggi.
“Kira-kira 80% dari komponen kita didatangkan dari pemasok dalam negeri,” terangnya.
Saati ini, telah terdaftar sebanyak 1.700 pemasok yang menyediakan beragam komponen untuk kendaraan Daihatsu.
“Sekitar 700 supplier berasal dari UMKM,” ujarnya.
Berikutnya, walaupun nilai tukar dolar sedang naik, sejumlah suku cadangan yang diimpor malah pada periode ini menunjukkan penurunan harga.
“Sebagian komponen mengalami kenaikan tentu saja, tetapi beberapa lainnya menurun, sehingga terjadi seperti suatu sistem cross-subsidization,” katanya.
Salah satu alasan mengapa Daihatsu masih dapat bertahan adalah karena kondisi ekonomi pada tingkat lokal saat ini kurang menguntungkan.
“Pelemahan kemampuan pembelian orang banyak terjadi,” jelas Sri Agung.
Copyright Zenium dot ID2025
Related Article
Leave a Comment