Zenium dot ID

Ternyata ada sebab mengapa upacara perkawinan tradisional Agus Buntung dilaksanakan saat dia sedang dalam tahap persidangan hukum.

Agus Buntung telah mengikat janji pernikahan secara tradisional dengan seorang wanita dari Bali yang bernama Ni Luh Nopianti.

Berdasarkan kebiasaan setempat, pernikahan Agus Buntung dan Ni Luh Nopianti telah resmi, tetapi dari segi hukum negara belum terdaftar.

Keluarga Agus Buntung menjelaskan penyebab dilakukannya upacara perkawinan tradisional saat persidangan masih berjalan.

Ibu dari Agus, Nyonya Ni Gusti Ayu Ari Padni, menyatakan bahwa pernikahan ini sudah dirancang jauh hari sebelum skandal hukum yang melanda putranya terjadi.

“Sebab terdapat perkara yang melibatkan Agus, kita memutuskan untuk mengundurkan keputusan ini. Kita ingin menerima Agus seperti adanya dan bersedia menantikan hingga prosesnya selesai,” ujar Padni ketika ditemui dirumahnya pada hari Rabu, 16 April 2025.

Perkawinan tradisional itu, yang saat ini sedang menjadi sorotan di media sosial, adalah ritual mepamit dimana seorang wanita mengajukan persetujuannya pada keluarga guna menikah.

Pesta pernikahan digelar di kediaman mempelai wanita yang terletak di Karangasem, Bali.

Pada tahap itu, peran Agus diambil alih oleh sebuah keris yang dililitkan dengan kain berwarna putih.

Keluarga Agus menyatakan bahwa usai mengadakan pernikahan tradisional, mereka akan bersabar sampai proses hukum terkait Agus berakhir guna melakukan perkawinan resmi yang sesuai dengan aturan hukum.

“Berdasarkan adat istiadatnya telah resmi, namun untuk mendaftarkannya dalam bentuk buku pernikahan, akta kelahiran, dan sebagainya belum dilakukan,” terang Padni.

Agus mengantarkan pernikahan dengan Ni Luh Nopianti pada hari Kamis tanggal 10 April 2025.

Perhatian terhadap pernikahan ini meningkat lantaran figura mempelai pria diganti dengan sebuah keris.

Padni menyebutkan bahwa pernikahan tersebut terjadi atas persetujuan dari kedua belah pihak dalam keluarga.

Keluarga Agus telah mengonfirmasi kemampuan Nopianti dalam mendukung Agus.

“Kami sudah bertanya agar tak menyesal, dan ternyata dia bersedia merawat Agus,” terangnya.

Famili menginginkan perkawinan ini bisa membekali energi bagi Agus, yang sekarang menjadi tersangka dalam dugaan tindakan tidak senonoh dan tengah diruang penjara di Lapas Kelas IIA Kuripan, Lombok Barat.

Artikel ini sudah dipublikasikan di
Tribunnews.com

Tags:

Share:

Leave a Comment