
PIKIRAN RAKYAT
– Daihatsu membahas tentang penjualan kendaraan serta proyeksinya untuk tahun 2025. Sesuai dengan pernyataan merek asal Jepang itu, jumlah penjualannya di Indonesia mungkin akan bervariasi akibat kehadiran mobil listrik ataupun jenis produk electrifikasi lainnya.
Pada saat ini, berdasar informasi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah pembelian mobil di Indonesia naik menjadi 76.852 unit di bulan Maret, dibandingkan periode sebelumnya yaitu 69.872 unit. Di antara merek-merek tersebut, Daihatsu tetap menjaga peringkatnya sebagai nomor dua dalam hal penjualan dengan total terjual sebesar 13.111 unit.
Menanggapi peningkatan yang cukup besar tersebut, pemimpin perusahaan Daihatsu pun berbicara. Sebagaimana dikatakan oleh Direktur Pemasaran dan Komunikasi Korporat PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, kenaikan harga ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satu di antaranya adalah hadirnya mobil listrik atau kendaraan bertenaga listrik.
“Pasar mesin ICE (Engine Pembakaran Dalam) mengalami penurunan sedikit akibat kehadiran kendaraan bermotor listrik atau XEV. Penerimaaannya dalam segmen menengah-tinggi menjadi lebih positif di Indonesia,” ungkap Sri Agung Handayani saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 16 April 2025.
Menurut Sri, pertumbuhan mobil listrik serta produk elektrifikasi meningkat pesat di kalangan pembeli kedua (second buyer) dari kendaraan.
Ada Peluang
Karena hal tersebut, Sri berpendapat Daihatsu masih akan fokus menawarkan produk untuk para pembeli mobil pertama. Ini karena satu alasan yang bisa jadi peluang bagus.
Pasalnya, menurutnya saat ini para pembeli mobil di Indonesia masih didominasi oleh para first car buyer. Karena itu Daihatsu bisa mempertahankan posisi market kedua.
Apalagi di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi, isu-isu seperti non performing loan (NPL) dan masalah pembayaran mandek masih terjadi.
Oleh karena itu, Daihatsu terus berusaha menyuguhkan kendaraan bermesin dengan harga bersaing bagi semua segmen konsumen.
“Karena (kondisi pasar saat ini) makronya tak terlalu baik. Kena juga di mikro. Termasuk pada first car buyer,” tuturnya.***
Leave a Comment