Zenium dot ID, KENDARI –
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengharapkan agar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2025-2026 dijalankan dengan terbuka dan jujur.
Kepala BPMP Sultra, Junaiddin Pagala, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rakor Program Prioritas Kemendikdasmen bersama tiga UPT yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan yaitu BPMP, Balai Bahasa, serta Balai Guru Penggerak Sultra pada hari Rabu tanggal 16 April 2025 malam.
“Kepanjangan pendaftaran siswa baru untuk tahun ini perlu dilakukan dengan transparansi. Kapasitas masing-masing sekolah sebaiknya diberitahukan kepada khalayak umum secara rinci,” jelas Junaiddin.
Junaiddin mengatakan bahwa transparansi tentang kapasitas tempat duduk sangatlah penting supaya publik dapat memahami batasan setiap sekolah.
Selanjutnya, pastikan bahwa semua saluran pendaftaran, termasuk tempat tinggal, keberhasilan akademik atau non-akademik, dan perpindahan status, bisa dioptimalkan sepenuhnya untuk kalangan masyarakat.
Proses SPMB saat ini sudah mencapai tahap menentukan kapasitas penerimaan mahasiswa serta menyusun pedoman teknisnya.
“Alhamdulillah, semua kabupaten dan kota yang kami ajak untuk berpartisipasi sudah mengirimkan data kapasitasnya, dan sekarang akan kita masukkan ke dalam sistem Dapodik,” katanya.
Junaiddin mengatakan bahwa jenis sistem SPMB saat ini masih dalam proses diskusi dan akan di tentukan setelah petunjuk teknis disahkan. Oleh karena itu, belum diketahui apakah pendaftaran akan berlangsung secara daring atau luring.
Namun yang terpenting, implementasinya harus menghormati aspek kewajaran.
“Harapannya di masa mendatang, sekolah-sekolah dengan jumlah siswa melebihi kapasitas ideal pun dapat diseragamkan. Untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung secara merata dan pelayanan pendidikannya menjadi lebih adil,” katanya.
Junaiddin menambahkan bahwa selain membicarakan tentang SPMB, pertemuan koordinator ini juga bertindak sebagai platform untuk menyebarkan informasi seputar beragam program unggulan dari Kemendikdasmen.
Termasuk dalam upaya digitalisasi pendidikan serta program pembaruan sekolah yang sejalan dengan janji kampanye Presiden terpilih, Prabowo Subianto, misalnya penyediaan makanan bernutrisi secara gratis di sekolah.
Kami akan mengawasi program-program tersebut dengan cara kerjasama.
“Melalui pertemuan ini, diharapkan semua Dinas Pendidikan di wilayah dapat memahami serta menerapkan kebijakan dari pemerintahan pusat secara efektif,” terangnya. (*)
(Zenium dot ID/Dewi Lestari)
Leave a Comment