Zenium dot ID
– Naga properti dari Indonesia, Sugianto Kusuma yang kerap dipanggil Aguan, lewat Yayasan Buddha Tzu Chi, mengumumkan siapnya memperbaiki sekitar 2.000 hunian di tiga wilayah, termasuk beberapa ratus unit di Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Proyek ini adalah komponen dari kegiatan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), yang bekerja sama dengan beberapa entitas guna memperbaiki standar tempat tinggal warga.
Di kawasan Kampung Rawa, yayasan Buddha Tzu Gi akan memperbaiki total 232 rumah yang tidak layak huni (RTLH).
Iik, penduduk Kampung Rawa yang mendaftarkan permintaan perbaikan rumah bagi ibunya, Anah Suryanah (70), menyatakan bahwa prosedur untuk melakukannya cukup sederhana.
“Beliau ditanyakan apakah rumahnya milik sendiri atau disewa? Saya juga pernah menanyakannya tentang luasnya, standarnya berapa sih? Tergantung Bu, yang pasti dibawah 50 meter persegi, sekitar 50 meter persegi saja,” jelas Iik kepada
Zenium dot ID
, Selasa (15/04/2025).
Pejabat pun segera melaksanakan penelitian lapangan dan mengonfirmasi tentang hak milik beserta kediaman si pemilik rumah.
Iik menyebutkan bahwa rencana perbaikan rumah sang ibu ditetapkan untuk mulai dilaksanakan pada minggu ke-empat di bulan April tahun 2025.
Berdasarkan pengamatan, rumah Anah Suryanah terdiri dari dua tingkat, tetapi bagian atasnya telah rusak dan berpotensi mengancam keselamatan.
Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Aguan, yang juga hadir bersama dengan Menteri PKP Maruarar Sirait saat pengecekan di kampung Rawa, menyatakan bahwa dana yang disediakan untuk perbaikan tiap unit rumah berada dalam rentang antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta.
“Kalau untuk direnovasi,
budget
-nya antara Rp 30 juta hingga Rp 50 juta,” ungkap Aguan.
Berdasarkan rencana, Yayasan Buddha Tzu Chi akan memperbaiki total 1.500 hunian yang terletak di berbagai daerah seperti Jakarta (500 unit), Banten (500 unit), Jawa Barat (500 unit), serta Jawa Tengah (500 unit).
Demi menunjukkan keseriusan perhatiannya, selama masa pembongkaran dan pemugaran, penduduk whose rumah sedang diperbaiki akan diinapkan di penginapan sementara, dengan semua biaya akomodasinya ditanggung oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.
Note: “penduduk whose rumah sedang diperbaiki” ini bagian telah dicoba untuk tetap mempertahankan struktur kalimat asli namun dalam konteks Bahasa Indonesia modern mungkin lebih baik mengubah menjadi “warga yang rumahnya direnovasi”. Tetapi karena permintaan adalah tidak merombak kata-kata lain jika sudah ada bahasa lain maka saya mencoba sebisa mungkin menjaga agar frasa tersebut tetap utuh.
(Sorry for confusion previously)
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengekspresikan penghargaannya terhadap seluruh pihak yang telah ikut serta dalam partisipasinya untuk mendukung program peningkatan kualitas rumah ini.
Dia mengatakan bahwa di samping Yayasan Buddha Tzu Chi, beberapa perusahaan besar lainnya juga mempunyai janji serupa.
“Pak Prajogo dari Barito Pacific melakukan renovasi sebanyak 500 unit di Banten dan 500 unit lagi di Jakarta. Sementara itu, Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) mencatatkan total 500 unit dengan 200 unit yang berada di Jakarta,” jelas Ara.
Ara menambahkan bahwa sejumlah orang juga akan menyediakan bantuan dalam bentuk perumahan dengan membangun rumah baru tanpa biaya apapun.
Aguan secara langsung akan mendirikan 250 unit hunian di Tangerang serta 500 unit perumahan di Kalimantan Selatan.
Di samping itu, Grup Adaro berencana mendirikan 500 hunian di Kalimantan Selatan, sedangkan PT Berau Coal Energy Tbk akan mengembangkan 500 satuan perumahan lainnya di Kalimantan Timur.
“Gratis lho. Ingat baik-baik ya. Ini untuk membangun rumah, bukan merenovasinya,” jelas Ara dengan tegas.
Aguan bersama dengan yayasan Buddha Tzu Chi mengambil inisiatif ini, didukung oleh banyak pihak lainnya, membuka peluang baru bagi warga yang bertempat tinggal di rumah tidak layak huni untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik dan terlindungi.
Diharapkan program ini akan memperbaiki standar kehidupan warga serta menunjukkan kerjasama yang baik antara pihak pemerintahan, perusahaan swasta, dan lembaga sosial masyarakat.
Leave a Comment