News IT

– Dalam industri otomotif yang selalu maju, sistem kontrol cruise adaptif (ACC) kini menjadi fitur utama pada berbagai kendaraan canggih saat ini.

Jika cruise control standar hanya berfungsi untuk mempertahankan kecepatan kendaraan agar konstan, maka ACC memiliki kapabilitas tambahan.

Fungsinya dapat menyesuaikan kecepatan sesuai kondisi lalu lintas secara otomatis, sehingga membuat perjalanan menjadi lebih nyaman dan tetap aman.


Apakah yang Dimaksud dengan Kontrol Kecepatan Otomatis?

Sebelum mempelajari tentang ACC, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengetahui tentang sistem kontrol kecepatan konvensional.

Fitur ini membolehkan Anda mengatur kecepatan spesifik, sehingga kendaraan dapat berjalan secara kontinu tanpa harus terus menerus menekan pedal gas.

Sangat sesuai untuk perjalanan panjang di jalur toll karena dapat menekan kelelahan serta lebih hemat bahan bakar.

Namun, fasilitas kontrol kecepatan memiliki keterbatasan. Apabila terdapat kendaraan lain yang melambat di depanmu, kamu perlu mematikannya terlebih dahulu atau menekan rem secara manual agar dapat mengurangi kecepatan atau berhenti.

Oke, setelah memahami secara garis besar tentang sistem kontrol cruised konvensional, kini mari kita bahas ACC.

Berdasarkan saluran YouTube History of Simple Things (23/5), di bawah ini terdapat beberapa fakta menariknya.


1. Kontrol Kecepatan Adaptif, Lebih Cerdas daripada Yang Anda bayangkan

Fitur pada ACC menggunakan sensor seperti radar dan kamera yang terus memantau keadaan lalu lintas di depan mobil.

Apabila terdapat kendaraan di depan yang bergerak lebih lambat, sistem ACC akan mengatur ulang kecepatan mobil dengan sendirinya agar selalu menjaga jarak yang aman.

Saat lalu lintas mulai berjalan dengan baik atau mobil di depan meningkatkan kecepatannya, sistem ACC akan secara otomatis menambah kecepatan kendaraanmu hingga mencapai laju yang telah ditentukan sebelumnya.

Fungsi ini sungguh bermanfaat khususnya ketika kemacetan atau dalam kondisi lalu lintas yang ramai, sebab dapat berhentian total dan melanjutkan perjalanan tanpa Anda perlu menekan pedal gas maupun rem.


2. ACC Memiliki Sensor yang Berperan Sebagai “Pandangan”

Biasanya radar dipasang di bagian depan mobil guna mengukur jarak serta kecepatan kendaraan yang ada di depan.

Sebagian besar sistem ACC menggunakan kamera atau teknologi canggih lainnya seperti LiDAR untuk mengenali benda-benda di jalanan.

Berdasarkan informasi tersebut, sistem dapat segera menentukan apakah perlu untuk memperlambat atau justru meningkatkan kecepatan.

Di luar kendaraan bermotor, berbagai sistem telah dapat mendeteksi pedestrian, para pemakai sepeda, serta kendaraan besar seperti truk ataupun bus; hal ini secara signifikan memperbaiki taraf keamanannya.


3. Dapat Menjaga Jarak Aman Berdasarkan Preferensi Anda

Anda dapat menentukan sendiri jarak keamanan antara mobil Anda dengan kendaraan lain yang ada di depannya.

Umumnya terdapat berbagai opsi seperti jarak pendek, menengah, dan panjang.

Dengan begitu, ACC otomatis menyesuaikan kecepatan agar jarak ini tetap terjaga, meskipun kondisi lalu lintas berubah-ubah.

Fungsi ini sungguh bermanfaat saat melintasi jalur toll untuk memastikan bahwa jarak antar mobil selalu aman serta mencegah kemungkinan tabrakan akibat terlalu mendekati satu sama lain.


4. Komponen dari Sistem Pengemudi Semiautonomously Otomatis

Umumnya kendaraan yang dilengkapi dengan sistem ACC juga memiliki sejumlah fitur tambahan seperti asisten untuk mempertahankan jalur lane (penjaga lajur jalan), rem darurat otomatis (automatic emergency braking), serta pengawasan area tidak terlihat (blind spot monitoring).

Kombinasi dari berbagai fitur tersebut memungkinkan kendaraan untuk melakukan sejumlah tugas dengan mandiri, yang pada gilirannya membuat pengendara tidak perlu terus-menerus mengatur segala sesuatunya secara manual.


5. ACC Tidak Menggantikan Supir

Walaupun fiturnya canggih, ACC tidak bisa dijadikan sebagai sistem pengendara otonom sepenuhnya.

Pengemudi masih perlu waspada dan siap memegang kendali kemudi setiap saat jika dibutuhkan, terlebih ketika berhadapan dengan situasi iklim ekstrem seperti hujan lebat atau kabut pekat yang dapat mengecoh alat bantu navigasi.

Di samping itu, sistem ACC mungkin tak selalu dapat mengenali kendaraan yang berhenti di hadapan apabila terletak di luar batas jangkauan sensor.


6. Era Mendatang Kendaraan Di Dunia

Di masa mendatang, ACC akan terus bertumbuh dan semakin menyatu dengan teknologi pengendaraan otonom lainnya.

Sebagai contoh, daya adaptasi dalam lingkungan perkotaan yang ramai serta komunikasi antar Kendaraan (Vehicle-to-Vehicle) dapat ditingkatkan.

Inovasi teknologi ini mendekatkan kita pada kendaraan otomatis yang sanggup berjalan sendiri tanpa bantuan sopir.


Keuntungan dari Adaptive Cruise Control (ACC)

ACC memiliki berbagai keuntungan, terlebih lagi dalam hal keselamatan dan kenyamanan.

Dengan menerapkan jarak aman secara otomatis, kemungkinan terjadi bentrokan dari belakang dapat dikurangi.

Di samping itu, pengendara menjadi kurang merasa letih sebab tak perlu secara kontinyu menekan pedal gas dan rem, khususnya ketika melakukan perjalanan jarak jauh atau berhadapan dengan kemacetan lalu lintas.

Sebab perjalanannya menjadi lebih mulus, ACC pun turut berperan dalam menekan konsumsi bahan bakar serta mengurangi tingkat polusi.

***

Tags:

Share:

Leave a Comment