Zenium dot ID

– Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan delapan kuburan palsu dikupas terbuka oleh masyarakat secara bersama-sama.

Sebelumnya, fenomena serupa pernah terjadi di berbagai wilayah lain, antara lain Banjarbaru dan Tanjung, yang merupakan kota di Kalimantan Selatan.

Berkenaan dengan kedelapan makam palsu tersebut, ternyata terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Seperti yang dapat dilihat di unggahan akun X @papipai_ab pada hari Rabu (16/4/2025).

“Warga Cianjur ini memiliki ide unik yaitu membuat makam tiruan dengan alasan untuk ziarah orang-orang…dia mengambil untung dari hal itu secara pribadi. Makam tersebut diklaim sebagai tempat suci olehnya jadi menarik minat pendatang untuk berziarah,” demikian dilansir akun X @papipai_ab.

Disebutkan bahwa sejak dulu makam tersebut dipandang sebagai tempat suci. Akibatnya, para peziarah juga telah menjadi korban pranks selama ini.

Tetapi ternyata kedelapan makam tersebut adalah palsu dan hanya diciptakan oleh salah satu penduduk demi mendapatkan untung dari para peziarah.

Di dalam unggahan videonya, dinyatakan bahwa kuburan tersebut terletak di Kampung Barilimus, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi.

Pada hari Selasa (15/4/2025), malam tersebut terbuka ke publik.

Pembongkarannya diawasi oleh beberapa petugas kepolisian dan anggota TNI.

Makam-makam tersebut terbentuk dari batu dengan satu batu nisan di bagian atas dan satunya lagi di bawah.

Makam tersebut selalu dipandang sebagai tempat suci dan warisan nenek moyang.

Oleh karena itu, banyak jamaah yang berasal dari luar kota sering mengunjungi tempat tersebut.

Tetapi sekarang diketahui bahwa tempat itu adalah palsu.

TribunJatim.com melaporkan bahwa banyak warganet yang ikut memberikan komentar terhadap video penggalian kuburan itu.

@senandka: +62 caranya seperti ini untuk mencari uangnya

@X_Freetalk: Sangat kreatif nih tidak takut akan hisab-menimbang apapun itu.

@pyupyupyuuuuui: sungguh tingkah laku warga Konoha yang tak terduga ituada

@Tentang_cinta94: Luar biasa selalu saja mengejutkan dengan terobosannya

@svtrlighttz: memang ada ide untuk mencari untung namun merugikan oranglain yah?

Herannya, mengapa masih banyak orang yangpercaya?

Dibenarkan Kepala Desa

Kepala Desa Cikancana, Nanang mengakui kejadian tersebut.

Dia menyatakan bahwa penggusuran dilaksanakan lantaran adanya makam-makam palsu itu sudah mengganggu ketentraman publik.

“Tempat ini bukanlah sebuah kuburan. Cuma batu-batu saja yang tertata. Di dalamnya tidak terdapat apa-apa, jadi ini adalah kuburan tiruan,” ujar Nanang saat melakukan penggalian tersebut.

Nanang menyebutkan bahwa proses penghancuran gedung itu dijalankan setelah melakukan konsultasi dengan beberapa pihak dan memperoleh izin dari sang pemilik tanah.

“Sudah didiskusikan, dan pemilik lokasi tersebut pun setuju untuk dirobohkan, bahkan telah mengeluarkan pernyataan,” katanya.

Menurut dia, adanya kuburan-kuburan palsu itu sudah terjadi selama dua tahun.

Di sisi lain, pengawas MUI lokal yang bernama Ade mengungkapkan bahwa adanya kuburan-kuburan tiruan tersebut bisa membingunkan orang dan dapat merusak keyakinan publik.

“Apalagi di tempat ini tak pernah terdapat kuburan,” kata Ade.

Ade juga meminta kepada masyarakat yang berkeinginan untuk ziarah supaya melaksanakannya sejalan dengan syariah Islam. Dengan begitu, mereka akan terhindar dari tindakan yang bisa menyimpangkan, baik itu bagi dirinya sendiri ataupun orang lain.

Pembongkarannya itu dihadiri oleh anggota Forum Koordinasi Pemuka Kecamatan (Forkopimcam) dan diberi perlindungan oleh pasukan TNI/Polri.

Kasus Serupa

Kuburan yang dipercaya sebagai palsu ditemukan di TPU Desa Brotonegoro, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Masyarakat dengan bersama-sama menggali kuburan palsu tersebut.

Makam yang diperkirakan palsu dan telah digali sebelumnya diketahui sebagai milik Mbah Sobari.

Mbah Sobari sendiri adalah seorang nenek moyang dari Ponpes Jenes di Ponorogo, Jawa Timur.

Demolisi dari kuburan yang dicurigai palsu itu menjadi perbincangan hangat di berbagai jejaring sosial. Aksi tersebut terjadi pada hari Minggu, tanggal 13 April 2025.

Berdasarkan informasi yang tersebar melalui platform media sosial, diperkirakan bahwa pemugaran makam gadungan tersebut merupakan makam dari Mbah Sobari.

Mbah Sobari sendiri, kematiannya terjadi secara misterius atau mukso.

Dalam klip tersebut, kuburan tiruan itu dirancang megah dan menonjol. Tidak seperti pemakaman penduduk biasanya.

Bangunan makam yang memiliki ukuran 3 kali 3 meter tersebut telah dilapis cor dan keramik, disertai atap genteng serta dibatasi oleh pagar besi.

“Iya betul sudah dilakukan pembongkaran. Seperti yang disetujui oleh warganya, intinya ada laporan dari penduduk Brotonegaran tentang keberadaan makam misterius tersebut,” jelas Kepala Desa Brotonegaran, Setyo Laksono Putro, pada hari Senin (14/3/2025).

Menurut dia, kantor kelurahan menyediakan fasilitas bagi proses mediasi ini. Di mana akan digelar musyawarah melibatkan para pemimpin organisasi makam, orang-orang terpandang di lingkungan setempat serta pewaris makam yang saat ini jadi pusat permasalahan.

“Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa keaslian makam yang dicurigai sebagai makam Mbah Sobari diragukan,” jelasnya.

Di dalam diskusi terbuka tersebut, seorang ahli waris bercerita bahwa kakek atau nenek mereka, Mbah Sobari, meninggal secara misterius dan lokasi pemakamanya belum ditemukan.

“Mengatakan seperti itu jika di Jawa,” sambung Tyo—sebutan akrab—untuk Lurah Brotonegoro Setyo Laksono Putro.

Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menggali kubur tersebut. “Mereka sudah mulai menggali kemarin dan dipantau dengan cermat oleh otoritas yang berwenang,” jelas Tyo.

Insiden yang sama pula tercatat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Tiga makam tiruan di pemakaman Muslim Banjarbaru II Jalan Kuda Laut Kompleks Pertamina Kelurahan Loktabat Utara telah digali oleh penduduk setempat.

Kepala Kelompok Penyandang Almarhum Masjid At Taqwa Banjarbaru II, Sumardi mengatakan dalam wawancara dengan Banjarmasin Post pada hari Minggu, 16 Maret 2025.

Sumardi mengatakan bahwa makam tiruan tersebut diciptakan oleh seorang gila jadi masyarakat enggan membicarakannya.

“Iya, karena si penggemar gila. Iya, belum tentu dia punya alasan yang masuk akal, saat diinterogasi tanggapannya nggak logis. Yang pasti, pelaku tersebut telah melarikan diri,” ujar Sumardi pada hari Minggu (16/3/2025).

Sumardi menyatakan bahwa dia pernah melihat dan mendapati pria tersebut, yang diduga telah menciptakan tiga pemakaman fiktif di tempat pengelolaannya.

“Sabtu kita periksa apakah orang tersebut masih ada di sana. Kemudian kita minta mereka meninggalkan kuburan untuk mencegah pembuatan kuburan palsu lagi,” terang Sumardi.

Menurut Sumardi, kuburan palsu tersebut diciptakan oleh seseorang yang mengalami gangguan mental dengan memakai nisan-nisan yang berada di sekitar pemakaman.

“Sudah kami pertinggi tanah di pemakaman palsu tersebut,” jelas Sumardi sambil menambahkan bahwa hal ini dilakukan dengan pengawasan dari Ketua RT serta petugas kepolisian lokal yang hadir sebagai saksi.

Sumardi mengatakan bahwa istilah kuburan palsu berarti tidak memiliki pemilik dan tidak terdapat mayat di dalamnya.

“Orang gila tersebut hanya menancapkan tiang dan tanah di sekitarnya dibuat rata seperti pemakaman. Tidak ditambangan,” terangkan Sumardi.

Rudy Rakhamana, ketua LPM Loktabat Utara Banjarbaru 2, menyebut bahwa kebanyakan makam di wilayah Banjarbaru II merupakan penduduk dari area tersebut.

“Iya kita tahu juga. Makamnya telah dihaluskan,” terangnya.

Berdasarkan pengamatan di tempat kejadian, makam tersebut berlokasi tak jauh dari pusat kota. Ia terletak di area dekat bar yang ada sebelum Jalan A Yani KM 33.

Memasuki jalan A Yani di belakang Hypermarket Banjarbaru dan terus berjalan kurang lebih 30 meter, Anda akan menemukan area pemakaman Muslim Banjarbaru II.

Luasannya tidak terlalu besar. Cuma sekitar 0,5 hektar saja. Pemakaman tersebut dibatasi oleh pagar keliling. Terdapat juga pagar atau gerbang masuk. Akan tetapi, penduduk di area sekitarnya cukup sedikit yang mengetahui tentang cara mengurusinya.

Penduduk di Jalan Kuda Laut Complex Pertamina, Kelurahan Loktabat Utara, kurang mengetahui hal tersebut.

“Karena pemakaman tersebut bukan wilayah pengurusan kita. Selain itu juga, kendati berada tak jauh dari sana, kami tetap tidak mengetahui,” terangkan penduduk lokal Imam.

Peristiwa mirip juga sempat dialami di Tabalong. Sejumlah nisan yang diyakini berlokasi di pemakaman tiruan di area Harung, Desa Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, rusak parah pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2020.

Pembongkaran banyak nisan yang berlabel habib dan syeikh asli dari Timur Tengah dilakukan oleh GP Ansor di bawah kepemimpinan Habib Muhammad Bagir Al Habsy, pendiri majelis taklim Darul Ukhuwah Permata.

Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 48 nisan di pemakaman yang dicurigai palsu. Nisan-nisan itu dibuat menggunakan campuran semen dan marmer.

Di atas nisannya tertulis nama Habib dan Syeikh beserta tempat kelahiran mereka. Beberapa berasal dari Mekah, Madinah, Baghdad, Hadramaut, Irak, dan sebagainya.

Tempat 48 kuburan itu terletak di wilayah yang sebelumnya telah memiliki pemakaman Datu Harung.

Di luar pembangunan nisan tetap, 48 pemakaman yang dicurigai palsu tersebar di berbagai kubah dengan penambahan kain bernoda kuning sebagai penghiasnya.

Pembongkaran nisannya dilakukan menggunakan palu berukuruan besar lalu ditarik keluar dari tempatnya guna dibuang.

Habib Muhammad Bagir Al Habsy, yang ditemui di tempat kejadian, mengklaim bahwa timnya telah mencari tahu informasi dari orang yang meresmikan pemakaian makam-makam itu.

“Sudah ada kunjungan pada tanggal 29 Juli kemarin, dan orang itu telah mengaku bahwa dia mendapatkannya dari gaib serta bisikan,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa penamaan tersebut dilaksanakan meskipun orang terkait sama sekali tidak mempunyai riwayat yang jelas.

Dipastikan bahwa seluruh nisan yang dibuat dari bahan keramik serta mempunyai nama Sheikh atau Habib tidak menunjukkan kuburan asli.

Di area tersebut sebenarnya terdapat beberapa kuburan, yaitu kuburan untuk masyarakat umum dan juga kuburan Datu Harung.

“Saat ini banyak nisan berbahan keramik dengan nama Sheikh atau Habib tersebut tidak semuanya otentik dan berasal dari tempat lain,” jelasnya.

Disebutkan pula bahwa orang yang merancang banyak nisan tersebut sudah menulis sebuah deklarasi dan mengakuinya.

Dari situ kemudian dilanjutkan dengan upaya menghancurkan puluhan nisannya yang dicurigai sebagai kuburan palsu.

“Selain itu, kami telah mengajukan permohonan persetujuan kepada pihak kepolisian, camat, dan MUI. Alhamdulillah, mereka memberikan dukungan; semoga tidak akan ada insiden serupa lagi,” katanya.

Ini, menurut dia, bukan untuk menguntungkan seseorang, melainkan karena keberadaan makam fiktif semacam itu merugikan umat Muslim.

“Bila terjadi hal serupa, kita akan menyingkirkan syirik dari dunia ini,” ucapnya.

Menurut Habib Muhammad Bagir Al Habsysz, dia menyatakan telah mengetahui tentang keberadaan makam tersebut sekitar dua minggu yang lalu.

Setelah itu segera bergegas untuk mengetahui fakta sesungguhnya sampai pada akhirnya dapat terlaksananya pemberantasan.


(Zenium dot ID/
TribunJatim.com
)

Tags:

Share:

Leave a Comment