OKE FLORES.COM –
Propinsi Maluku menyaksikan pengurangan angka kemiskinan di tahun 2024.
Menurut informasi yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan dalam wilayah tersebut berkurang dari angka 16,42% pada tahun 2023 hingga mencapai 16,05% di tahun selanjutnya yaitu 2024.
Walau begitu, beberapa daerah kabupaten tetap memiliki angka kemiskinan yang cukup signifikan.
MENARIKNYA, salah satu kabupaten dengan pendapatan terendah justru dikelola oleh bupati kaya yang berada di Maluku.
Berikut adalah daftar
7 kabupaten paling kurang mampu di Provinsi Maluku pada tahun 2024
berdasarkan data BPS:
1. Kabupaten Maluku Barat Daya – 27,95%
Kabupaten ini menduduki peringkat teratas sebagai wilayah paling miskin di Maluku.
Sebanyak hampir 28 persen populasi tinggal di luar batas kemakmuran.
Faktor lokasi dan kesulitan dalam mencapai daerah tersebut turut berperan sebagai pemicu utama tingkat kelambanan ekonomi masyarakat setempat.
2. Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Maluku Tenggara Barat) – 23,66%
Walau terkenal kaya akan sumber daya laut, Kepulauan Tanimber tetap menghadapi masalah kemiskinan.
Kebijakan tinggi dalam bidang logistik serta terbatasnya fasilitas umum menjadi hambatan primer.
3. Kabupaten Kepulauan Aru – 23,39%
Kabupaten ini menduduki peringkat ketiga.
Letak yang terpencil dan keterbatasan fasilitas umum menyulitkan usaha untuk mengurangi kemiskian dengan cara yang adil di semua daerah.
4. Kabupaten Seram Bagian Barat – 22,31%
Kabupaten yang terletak di Pulau Seram ini juga masuk dalam daftar kabupaten termiskin.
Bidang pertanian dan nelayan yang merupakan fondasi ekonomi masih belum berhasil memperbaiki taraf hidup dengan signifikan.
5. Kabupaten Maluku Tenggara – 21,22%
Hal yang mengundang minat dari daftar ini adalah,
Kabupaten Maluku Tenggara
menempati posisi kelima sebagai daerah termiskin, meskipun bupatinya,
M. Thaher Hanubun
, tercatat sebagai
bupati terkaya di se-Maluku
dengan kekayaan mencapai
Rp10,68 miliar
.
Ketidakseimbangan ini menggarisbawahi betapa vitalnya efisiensi dalam penyebaran kekayaan serta pembangunan yang adil bagi semua orang.
6. Kabupaten Seram Bagian Timur – 21,03%
Meskipun tingkat kemiskinannya hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Maluku Tenggara, Kabupaten Seram Bagian Timur masih berjuang dengan masalah fasilitas dasar serta ketersediaan pelayanan publik.
7. Kabupaten Maluku Tengah – 17,67%
Walau menempati posisi ketujuh dalam urutan tersebut, Kabupaten Maluku Tengah masih mempunyai angka kemiskinan yang signifikan.
Pihak pemerintah lokal terus menggulirkan beragam program sosial serta ekonomi untuk memperkecil angka tersebut.
Kekayaan Bupati di Maluku
Berikut merupakan daftar harta kekayaan bupati-bupati di Maluku menurut laporan LHKPN yang paling baru:
-
M. Thaher Hanubun (Bupati Maluku Tenggara)
– Rp10.681.334.964 -
Ricky Jauwerisa (Bupati Kepulauan Tanimbar)
– Rp10.367.601.208 -
Fachri Husni Alkatiri (Bupati Seram Bagian Timur)
– Rp8.437.694.982 -
Zulkarnain Awat Amir (Bupati Maluku Tengah)
– Rp7.144.165.450 -
Asri Arman (Bupati Seram Bagian Barat)
– Rp6.386.459.245 -
Timotius Kaidel (Bupati Kabupaten Kepulauan Aru)
– Rp4.954.783.670 -
Benyamin Thomas Noach (Wali Bupati Maluku Barat Daya)
– Rp4.828.845.179 -
Ikram Umasugi (Bupati Buru)
– Rp1.631.908.437 -
Hamidi (Bupati Buru Selatan)
– Rp615.000.000
Kejadian unik berlangsung di Maluku, tempat sebuah kabupaten dengan angka kemiskinan tinggi malah dikendalikan oleh seorang petugas yang memiliki harta pribadi sangat besar.
Ini menekankan kebutuhan akan keterbukaan, janji dalam mengatasi kesenjangan ekonomi, dan rencana perkembangan yang mencakup kelompok terpinggirkan.
Bisakah kemiskinan ini dikurangi dengan signifikan dalam jangka pendek? Jawaban untuk pertanyaan tersebut tergantung pada keputusan serta pelaksanaan dari program-program yang dirancang oleh pemerintah setempat di masa mendatang. ***
Leave a Comment