Zenium dot ID

– Kanker merupakan suatu kondisi non-menular yang dikenali berdasarkan keberadaan sel atau jaringan aneh memiliki sifat karsinogenik.

Kelenjar yang mengalami kanker mampu berkembang dengan sangat pesat dan tak terkontrol sambil berpindah ke area lain di dalam tubuh si penderita.

Alasan terjadinya kanker cukup bervariasi dan bisa menimpa siapun, baik itu karena faktor keturunan, pola hidup, hingga asupan makanan.

Oleh karena itu, semua individu harus berhati-hati terhadap tipe-tipe makanan tertentu untuk menghindari peningkatan risiko kanker pada tubuh mereka.

Selanjutnya, makanan apakah yang dapat menyebabkan kanker?

1. Makanan yang digoreng

Satu jenis makanan yang dapat menyebabkan atau menambah peluang timbulnya penyakit kanker ialah makanan yang digoreng serta gorengan.

Dilansir dari
Healthline,
Hal itu bisa terjadi akibat pemasakan makanan berbahan tepung pada temperatur tinggi yang menghasilkan zat bernama akrilamida.

Beberapa macam hidangan dengan kadar akrilamid tinggi meliputi keripik kentang serta kentang goreng.

Hubungan antara acrilamida dan kanker pernah dipelajari di jurnal tersebut.
Frontiers in Nutrition
pada 2018.

Dalam studinya, peneliti mengungkapkan bahwa ketika acrylamide diberikan kepada tikus percobaan, ia menunjukkan sifat sebagai bahan penyebab kanker, yakni substansi atau komponen kimia yang dapat mendorong timbulnya sel kanker.

Di samping itu, studi yang dirilis dalam jurnaldan tersebut adalah
Molecules
Pada tahun 2020 disebutkan bahwa acrylamide mampu merusak DNA dan menginduksi apoptosis atau kematian sel.

2. Produk susu

Beberapa produk susu seperti yogurt, keju, dan susu dapat menambah risiko terkena kanker prostat.

Berdasarkan penelitian yang telah diterbitkan tersebut
National Library of Medicine
Pada tahun 2020, konsumsi produk susu olahan dapat menaikkan tingkat faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1), yang terkait dengan risiko kanker prostat.

Peristiwa itu bisa terwujud lantaran IGF 1 berperan dalam memacu pertumbuhan atau pembentukan sel-sel kanker pada prostat.

3. Masakannya sudah terlalu gosong

Di luar penggorengan, masakan yang diproses sampai terlalu kekal juga tidak baik untuk kesejahteraan tubuh sebab dapat menimbulkan penyakit kanker.

Satu jenis makanan yang harus dihindari untuk diproses secara berlebihan agar mengurangi risiko penyakit kanker ialah daging.

Mengolah daging pada suhu tinggi dapat menghasilkan PAH dan amina heterosiklik (HCA) yang berpotensi karsinogenik.

Bahan-bahan itu bisa menambah risiko kanker sebab mereka berpotensi merusak sel-sel DNA.

Sebaliknya, orang yang berupaya untuk mencegahi kanker dianjurkan untuk menyajikan makanannya melalui proses pembakaran atau panggang.

4. Gula serta karbohidrat yang telah diproses

Makanan yang tinggi gula dan karbohidrat olahan menjadi kesukaan banyak orang karena rasanya yang manis dan “nagih”.

Tapi, jenis makanan tersebut sebaiknya dihindari karena berisiko meningkatkan kanker.

Berikut beberapa jenis makanan berkarbohidrat halus serta mengandung banyak gula olahan yang terkait dengan risiko kanker seperti sereal, pasta, camilan manis, dan juga roti.

Makanan mengandung gula dan karbohidrat olahan awalnya membuat seseorang terkena diabetes tipe 2 dan obesitas atau kelebihan berat badan.

Kedua situasi itu dapat mengakibatkan peradangan dan stres oksidatif yang secara berkelanjutan dapat menaikkan peluang terkena beberapa jenis kanker.

Pada kasus ini, diabetes tipe 2 memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan risiko kanker ovarium, payudara, serta rahim.

Gula serta karbohidrat berlebihan bisa mengakibatkan peningkatan gula darah yang signifikan, hal ini pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan kanker kolorektal.

5. Daging olahan

Produk daging merupakan jenis daging apa pun yang disimpan melalui proses asapan, pengasinan, atau pengepresan dalam kalengan.

Mayoritas variasi daging yang diasinkan untuk dimakan terdiri dari daging merah, misalnya sosis, hot dog, corned beef, serta prosciutto.

Walaupun produk daging merah tersedia di berbagai lokasi penjualan, sebaiknya jenis pangan ini dijauhi apabila Anda tak ingin meningkatkan risiko penyakit kanker.

Ternyata, proses pembuatan daging olahan menggunakan teknik tertentu dapat menimbulkan zat-zat karsinogenik.

Misalnya saja, daging yang diasinkan menggunakan nitrit dapat menghasilkan zat karsinogenik bernama senyawa N-nitroso.

Daging yang dikukus juga menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang berpotensi kanker.

Penggunaan daging yang diproses dihubung-hubungkan dengan berbagai macam kanker seperti kanker lambung, kanker usus besar, serta kanker payudara.

Tags:

Share:

Leave a Comment