jatim.Zenium dot ID
, SURABAYA – Jawa Timur terus meningkatkan persiapannya untuk menghadapi Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) tingkat provinsi tahun 2025, acara ini direncanakan berlangsung di wilayah Malang Raya antara tanggal 21 sampai dengan 25 April 2025. Kegiatan bertaraf internasional tersebut melibatkan sebanyak 1.871 peserta berasal dari 605 institusi pendidikan, termasuk SMK, SMA, MA dan MAK.
Kepala
Dinas Pendidikan Jatim
Aries Agung Paewai menyebutkan bahwa walaupun penyelenggaraan pada level nasional diadakan secara daring oleh pusat, namun pelaksanaan pada level provinsi masih dilakukan dalam bentuk tatap muka langsung.
“Skill anak-anak tidak bisa dinilai dari video. Kami ingin lihat langsung kemampuan mereka. Ini juga menjadi ajang promosi ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” ujar Aries, Rabu (16/4).
LKS Dikmen
Tingkat provinsi dikenal sebagai peluang bagi Siswa Jatim untuk memperlihatkan kemampuan mereka secara langsung kepada dunia industri. Terdapat total 54 kompetisi yang diadakan, dengan detail bahwa sebanyak 37 dari kompetisi tersebut akan dipilih untuk maju ke tahap nasional, sementara itu 17 lainnya adalah perlombaan pada level provinsi. Selain itu, juga terdapat dua jenis pertandingan eksibisi yang didesain sesuai dengan permintaan industri.
“LKS ini lebih dari sekedar kompetisi. Ini merupakan gambaran kemampuan siswa Jatim dan juga usaha untuk mempertahankan tradisi menjadi juara umum,” ujarnya.
Seorang partisipan utama adalah SMKN 1 Buduran yang akan berkompetisi dalam lima kategori perlombaan, yakni Teknologi Busana, Penata Rambut, Resepsionis Hotel, Industri Wisata, serta Pastry.
Agustina dari SMKN 1 Buduran mengatakan bahwa persiapan sudah hampir selesai dan memasuki tahap terakhir.
“Kita melaksanakan latihan berkala serta bimbingan psikologis guna menjaga kestabilan mental para siswa. Ini bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga persiapan emosional mereka ketika menghadapi kompetisi,” katanya.
Mereka pun bekerja sama dengan DUDI dalam mendirikan pusat pelatihan sekaligus membawa pembicara profesional untuk meningkatkan persiapan kompetisi mereka. Sedangkan SMK Krian 2 Sidoarjo, pemenang utama tingkat kabupaten dan siap bertanding di level propinsi, telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh.
“Alhamdulillah, kami berhasil lolos dalam sepuluh kategori kompetisi dan telah memulai latihan berkala,” jelas Kepala SMK Krian 2, Indra Wijaya Suliswanto.
Cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Mechatronics, Motorcycles, Autobody Repaint, Teknologi Desain Grafis, sampai dengan Robot Kolaboratif. Indra berharap pada tahun ini institusi tempat dia mengajar dapat berhasil menembus beberapa kategori guna memperwakili Jawa Timur tingkat nasional.
“LKS merupakan standar untuk mengukur pencapaian pendidikan dan bimbingan kita. Mudah-mudahan para siswa dapat menunjukkan performa terbaiknya dan menjadi kehormatan bagi wilayah,” tutup Indra.
(mcr12/jpnn)
Leave a Comment