Zenium dot ID
– Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pekanbaru atau Sialang Bungkuk dan kepala pengamanan rutan (KPR) dibebastugaskan setelah viral video narapidana (napi) diduga dugem di dalam sel.
Kepala Kanwil Ditjen PAS Riau Maizar menyebut keduanya dibebastugaskan untuk diperiksa terkait video napi dugem.
Adapun pelaksana harian (Plh) yang ditunjuk menggantikan kepala
Rutan Pekanbaru
, yaitu Kepala Bagian Keamanan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau Nimrot Sihotang.
“Saat ini kami telah menarik sementara kepala rumah tahanan serta Kepala Perumahan Rumah Tangga-nya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di kantor wilayah,” ungkapnya pada hari Kamis, 17 April 2025.
Mereka juga sudah melaksanakan penggeledahan di beberapa kamar tawanan sebagai respons atas insiden yang diperkirakan terjadi pada Senin malam (14/4).
Dia menegaskan, jika nara didikan dinyatakan bersalah, maka akan menerima hukuman yang keras, bisa dimulai dengan hilangnya hak untuk meremisi hingga menjalani hukuman tambahan.
“Petugas juga akan mendapatkan hukuman berdasarkan peraturan yang ada apabila terbukti bersalah,” tegas Maizar.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pria diduga tahanan asyik dugem diiringi musik keras viral di media sosial dan diduga terjadi di Rutan Kelas I Pekanbaru.
Pada klip pendek tersebut, terlihat sejumlah orang menari sambil berdiri atau duduk.
Kegiatan tersebut dilangsungkan sambil didengar oleh musik yang keras, serta ada beberapa gelas minuman yang tertata di hadapan mereka.
Terlihat juga sebuah botol bekas yang dilengkapi dengan sedotan berwarna putih, mirip seperti bong atau pipa untuk menghisap narkoba jenis sabu-sabu.
Terdapat pula seorang laki-laki yang berada di pojok kamar sambil memegang telepon selulernya ke telinganya.
belum jelas kapan dan dimana rekaman napi pesta musik itu dibuat, juga tak diketahui siapa yang mengambil dan menyebarkannya.
Telah ada pemeriksaan atas 14 tahanan dalam kasus itu, dan investigasi saat ini masih berlangsung.
(ant/jpnn)
Leave a Comment