Zenium dot ID

– Sungguh luar biasa tingkah polah para pemakaian jalanan di Jakarta. Terlebih lagi mereka yang menggunakan sarana angkutan bersama, dapat dipertegas bahwa nyaris tiap harinya akan bertemu dengan peristiwa-peristiwa yang membuat kepala bergoyang.

Satu di antaranya adalah layanan ojek online atau ojol yang sering melawan arus. Melihat ojol mengabaikan aturan lalu lintas tampaknya telah menjadi hal lumrah.

Berlawanan arah menjadi hal biasa bagi para ojek online. Meskipun begitu, perilaku tidak baik ini bisa berbahaya untuk pemakai jalan lain, terutama jika mereka mengantarkan penumpang.

Akan tetapi, peristiwa luar biasa tercatat di area Sunter, Jakarta Utara. Seseorang pengemudi ojek online menentang kemauan penumpangnya yang ingin memacu arah lawannya. Ini berlawanan dengan perilaku sebagian besar driver ojek online lainnya yang umumnya suka mengambil jalan contra-arah.

Bahkan penumpang ojol tersebut sampai marah-marah dan mengacungkan jari tengah ke driver ojol yang enggan diajak melawan arah itu. Video ojol dimarahi penumpang karena enggan diajak lawan arah kemudian viral di media sosial (medsos).

Menurut unggahan di akun Instagram @jakarta.ku, beredar video menunjukkan seorang penumpang naik ke sopir ojek online dengan gestur jari tengah lantaran sang supir enggan menerima tuntutan untuk melawan aliran traffick. Tambahan itu, si penumpang juga terlihat sangat kesal dan berkata-kata kasar dikarenakan tidak bersedia menggunakan helm.

Kronologinya adalah sebagai berikut: di depan halte busway Kodamar milik PT AHM, kendaraanku telah melaju sebelumnya. Kemudian terjadi perselisihan dengan CS yang mengajak untuk saling menyalahkan, menuju arah ITC Cempaka Mas yang jelas tersebut.” Di lokasi itu juga terdapat papan penanda elektronik (ETLE) yang bisa Anda lihat dalam video letaknya tepat disana.
kata caption dalam video tersebut menjelaskan kronologinya.

Setelah itu, si pengendara ojek online mendapat ancaman pemberian bintang satu dari penumpangnya. Penumpang tersebut menolak memakai helm karena dianggap berbau dan mengatakan bahwa harganya untuk sebuah botol sampo melebihi pendapatan sang sopir ojek online dalam sebulan.

Walaupun telah diberi peringatan, penumpang masih keras kepala dan menyatakan niat mereka untuk memberikan evaluasi negatif serta melaporkan insiden itu kepada Gojek. Pengemudi pun pada akhirnya memutuskan untuk mencabut perjalanan dan meninggalkan penumpang di lokasi awal pengantaran.

Penumpang kemudian merekam video dan berniat menyebarluaskan kejadian ini. Namun, saat direkam, penumpang tampak bingung dan tidak dapat memberikan penjelasan dengan jelas.

Dalam video terlihat penumpang tersebut mencari ojol lainnya. Terekam juga kalau dengan ojol yang baru, penumpang tersebut masih mengajak untuk melawan arus. (*)

Tags:

Share:

Leave a Comment