News IT, TANA TIDUNG
Beberapa kepala sekolah serta guru TK di Tana Tidung, Kalimantan Utara, berpartisipasi dalam workshop tentang penulisan buku inovatif dari tanggal 22 sampai 24 Mei tahun 2025 yang diselenggarakan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Tidung.
Ibu PAUD Tana Tidung, Vamelia Ibrahim menyatakan bahwa pelatihan menulis buku inovatif ini mencerminkan komitmennya untuk memacu kepala sekolah serta guru PAUD agar terus berinovasi. Melalui kegiatan tersebut, para pemimpin dan pendidik PAUD di wilayah Tana Tidung berhasil mendapatkan penghargaan yang berasal dari skala lokal sampai nasional.
“Inovasi-inovasi luar biasa hasil karya para guru terbaik tersebut kami rangkum dalam sebuah buku. Buku ini tidak semata-mata berisi dokumen, namun juga akan didaftar di Perpustakaan Nasional serta dilindungi oleh HAKI,” ungkap Vamelia Ibrahim saat ditemui News IT pada hari Sabtu, 24 Mei 2025.
Vamelia Ibrahim menggarisbawahi bahwa jiwa berinovasi bukan hanya muncul di ibukota saja, melainkan lembaga pendidikan anak usia dini di wilayah paling pelosok sekalipun seperti Desa Tengku Dacing juga ikut memberi kontribusi dalam bentuk karya dan pencapaian.
Istri dari Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan bahwa kehadiran buku inovasi tersebut merupakan tanda bahwa para guru PAUD di Tana Tidung dapat bersaing dan bahkan melebihi daerah-daerah lain yang ada di Kalimantan Utara.
“Buatan ini lebih dari sekadar suatu kebanggan. Ia juga menjadi sumber motivasi untuk unit-unit PAUD lain yang perlu tidak ragu dalam mendorong kreativitas dan tetap meraih prestasi,” katanya.
Pencapaian yang luar biasa terlihat pula dari kenaikan jumlah partisipasi pendidikan bagi anak berusia 5-6 tahun. Jika pada tahun 2021 tingkat partisipasinya hanya sebesar 59,12%, maka naik drastis hingga ke angka 91,81% di tahun 2024.
” Ini menunjukkan hasil kerja bersama dari seluruh pihak. Hanya dalam tiga tahun terakhir, para guru serta kepala sekolah TK kita telah meraih beberapa keberhasilan di level nasional,” ujarnya.
Vamelia Ibrahim juga menyatakan kembali bahwa nasib Indonesia di masa mendatang sangat bergantung pada dasar pendidikan awal yang solid dan berkualitas.
“Anak-anak generasi emas 2045 saat ini masih duduk di PAUD. Setelah dua dekade nanti, mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang siap bekerja. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun karakter serta keterampilan mereka mulai sekarang,” ungkapnya.
Dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia mencapai 324 juta orang pada tahun 2045, Bunda PAUD Tana Tidung menggarisbawahi bahwa jalur tunggal untuk menjadikan negeri ini makmur adalah melalui keteguhan berusaha, kreativitas, serta pembaruan mulai dari usia muda.
(*)
Penulis : Rismayanti
Leave a Comment