Zenium dot ID

Sahabat dari pengacara ternama Hotma Sitompul mengungkapkan permintaan terakhir yang disampaikannya sebelum meninggal.

Sahabat dekat almarhum, Partahi Sihombing menceritakan bahwa dia pernah berjumpa dengan Hotma Sitompul sebelum mengetahui berita tersebut.

Pada percakapannya tersebut, Partahi pun sempat mengikuti keluhan yang disampaikan Hotma.

Sepertinya sudah ada firasat, Hotma ternyata sempat berbicara tentang kematian dengan Partarih.

Menurut pengakuan Partahi Sihombing, dia merasa kaget ketika mendengar kabar bahwa sahabat dekatnya tersebut menjadi sakit.

Karena selama beberapa tahun terakhir, Hotma secara konsisten bertemu dengan Partahi dalam keadaan bugar.

Sudah mengenal selama puluhan tahun, Partahi tetap setia mendampingi Hotma di waktu luang mereka.

Mereka berdua kerap menghabiskan waktu bersama mulai dari makan sampai bercengkerama.

Pertama kali dia terkejut mendengar berita tentang Hotma yang jatuh sakit dan harus pergi berobat ke Malaysia.

“Pada tahun 2024, tepatnya dari bulan Juli hingga Agustus, kami sangat terkejut karena mendadak kondisi kesehatannya memburuk meskipun sebelumnya selalu dalam keadaan baik dan sehat. Bahkan sampai perayaan Natal dan Tahun Baru ia masih kuat dan tampak bugar. Namun, mulai pertengahan tahun yang lalu, masalah kesehatannya pun dimulai,” jelas Partarih Sihombing ketika ditemui oleh tim media di tempat pemulasaraan jenazah seperti dikabarkan Zenium dot ID berdasarkan klip YouTube Intens Investigasi pada hari Kamis tanggal 17 April 2025.

Selanjutnya, Partahi juga menjadi semakin terkejut ketika mengetahui bahwa Hotma didiagnosis menderita penyakit yang parah.

Hingga akhirnya pada hari Rabu di waktu pagi, Hotma diberitakan dalam kondisi kritis dan kemudian meninggal dunia.

“Berkas-berkas terakhir ini menyebutkan adanya beberapa kompleksitas medis, dengan berbagai gangguan kesehatan yang sulit untuk dijelaskan. Karena itu, situasi sebelumnya menjadi sangat serius meski telah mendapatkan dukungan dari alat-alat medis; mungkin lebih baik baginya untuk kembali kepada Sang Pencipta yang pasti akan memberikan kasih sayang-Nya padanya,” tutup Partahi.

Permintaan terakhir Hotma

Setiap hari berkeliling untuk menjenguk serta tak pernah absen dalam menantikan pembaruan tentang Hotma, Partahi menceritakan detik-detik akhirnya yang dihabiskan bersama almarhum tersebut.

Pada kunjungan terakhirnya, ketika bertemu dengan Partahi, Hotma sempat membicarakan tentang keadaannya.

Dalam cerita singkatnya, Hotma sebenarnya pernah menyampaikan pesan yang sangat penting kepada Partahi.

Hotma berharap bahwa di pemakaman mendatang, dia akan diberi pakaian warna putih lengkap.

Pertama kali bercerita oleh Partahi, Hotma sangat berharap untuk memakai celana dan kemeja putih beserta Jas putih pada saat kematiannya.

Sayangnya, keinginan terakhir Hotma tidak dapat direalisasikan.

Pesan akhir yang disampaikannya kepadaku adalah bahwa jika suatu hari nanti ia membutuhkan panggilan Tuhan, maka ia ingin menggunakan pakaian berwarna putih dan menyukai kostum dengan nuansa putih. Namun sayangnya, aku tidak dapat memberitahu anak-anak tepat waktu, hingga mereka menyiapkan setelan jas berwarna hitam untuknya,” ungkap Partahi.

Partahi mengaku pernah mengirim pesan kepada anak-anak Hotma tentang permintaan terakhir orang yang telah meninggal tersebut.

Tetapi pesannya datang terlalu lambat karena Hotma telah dihias dan diberi baju berwarna hitam.

“Saya pernah mengirim pesan langsung kepada anaknya, Papa ingin meminjam seragam warna putih. Namun, persiapan telah dilakukan sejak masih di rumah sakit. Jadi tidak masalah lagi. Itulah yang disebut sebagai permintaan; jika mungkin, kita harus menyanggupinya. Kalau tidak sempat terlaksana, ya sudah,” tambah Partahi.

Terkait arti dari permohonan terakhir Hotma yang berkeinginan memakai pakaian seluruhnya putih, Partahi membongkar pemahamannya.

“Warna putih melambangkan kesucian dan kebersihan jiwa. Bisa jadi ia merasa nyaman dengan warna putih karena ingin menyukseskan panggilan Tuhan menuju rahmat surgawi. Ia memandang putih sebagai simbol keterpurukannya, mungkin ini adalah pemikiran dalam fikirannya,” kata Partahi.

Mirip seperti Partahi, Pendeta Gilbert Lumoindong pun menyampaikan arti yang serupa tentang permohonan terakhir Hotma.

Pendeta Gilbert mengatakan bahwa Hotma memilih pakaian berwarna putih total untuk menyampaikan niatnya agar kepolosan dan ketulusannya tetap terjaga.

Warnah putih sering diartikan sebagai simbol kebersihan atau kesucian.

“Pendeta Gilbert mengatakan terdapat dua poin penting; pertama, ia sadar kehidupan tak lepas dari adanya cela-cela gelap, namun kedua, ia ingin membuktikan bahwa dirinya memiliki hati yang murni dan tetap suci,” ungkapnya.

“Kedua, ia menerima karunia dari Tuhan, terlebih di dekat Paska kali ini dia mengetahui bahwa dirinya akan pergi, dia memahami dengan jelas bahwasanya Kristus yang telah mati dan bangkit membersihkan semua dosa serta kesalahan-kesalahannya,” lanjutnya.

Kronologi Hotma Sitompul wafat

Pada saat yang sama, keluarga dari almarhum, Philipus Sitepu, pernah menceritakan detail terakhir hidup Hotma Sitompul sebelum meninggal.

Hotma Sitompul menghembus napas terakhir pada Rabu (16/4/2025) sekitar pukul 11:15 WIB.

Disebutkan bahwa kemungkinan Hotma membuang nafas terakhirnya disebabkan oleh kondisi kesehatannya yang parah akibat penyakit berat.

Perlu dicatat bahwa sebelum meninggal, Hotma secara teratur menjalankan proses hemodialisis.

Oleh karena itu, diperkirakan kondisi Hotma berhubungan dengan masalah ginjal.

Hotma sempat menjalani perawatan intensif di Malaysia selama beberapa hari sebelum akhirnya meninggal.

Pada hari Rabu pagi, keadaan kesehatan Hotma memburuk secara signifikan ketika dia ditangani di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana.

“Kita belum dapat menyebutkan secara spesifik penyakit apa yang diderita Pak Hotma. Namun, jelas bahwa beliau telah mengalami beberapa kali masa sakit dalam kurun waktu tertentu. Belakangan ini, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah serta di RSCM. Kondisinya terus memburuk hingga pagi tadi dan penurunan tersebut cukup signifikan. Akhirnya pada pukul 11:15 WIB, dia pun meninggal dunia,” demikian disampaikan oleh Philipus Sitepu.

Terkait dengan kondisi kesehatan Hotma, Philipus tidak bersedia memberikan detail.

Philipus mengatakan bahwa mereka yang berhak untuk bercerita tentang penderitaan mantunya Hotma adalah anak-anaknya.

Lebih jauh diketahui oleh Philipus, dia belum melihat catatan kesehatan Hotma.

Jenazah Hotma direncanakan untuk dimakamkan pada hari Sabtu (19/4/2025) yang akan datang.

Jenazah Hotma nantinya akan dikuburkan di San Diego Hills, Karawang.

Berkenaan dengan kembalinya Hotma kepada rahmat Allah SWT, para saudara dan kerabat mengajukan permohonan maaf sebagai wakil dari keluarga yang ditinggalkan.

“Dari keluarga kami ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak terkait. Mungkin ada kekeliruan yang dilakukan oleh Pak Hotma baik kepada sebagian orang atau semua pihak yang telah berinteraksi dengannya. Kami minta maaf jika terdapat ketidakberesan dari beliau,” ujar Philipus.


Temukan lebih banyak berita di Zenium dot ID
Google News


Ikuti channel Tribunnews Bogor melalui aplikasi WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

Tags:

Share:

Leave a Comment