Zenium dot ID

Beberapa informasi terbaru muncul mengenai insiden dokter bersalin di Garut yang melecehkan pasien selama pemeriksaan USG yang menjadi sorotan publik.

Diketahui bahwa dokter kandungan yang bernama Syafril Firdaus tersebut pernah dipukul oleh suami dari seorang pasiennya.

Seperti yang disampaikan oleh Asisten Deputi Penyediaan Layanan Perempuan Korban Kekerasan dari Kementerian PPPA, Ratna Oeni Cholifah.

Dia menambahkan bahwa jumlah pasien yang telah melapor tentang perlakuan tidak senonoh dari dokter kandungan tersebut sekarang menjadi dua orang.

“Sudah terdapat dua pelaporan tambahan dari korban baru hingga saat ini kepada UPTD PPA Kabupaten Garut,” ungkap Ratna Oeni Cholifah pada pernyataan yang diperoleh, Rabu (16/4/2025).

Meski belum menjadi fenomena viral, katanya dokter kandungan tersebut telah dipukul oleh suami dari pasiennya.

“Salah seorang suami dari pasien itu pernah marah hingga memukul pelakunya, namun akhirnya kasus tersebur diselesaikan dengan perdamaian,” jelas Rana.

LBH Padjadjaran telah menghadirkan posko penerimaan laporan sekarang ini.

“Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah mengadakan rapat daring bersama Kementerian Kesehatan guna koordinasi, dan disampaikan bahwa SIP (Surat Izin Praktek) dokter spesialis kebidanan itu sudah ditarik,” jelasnya.

Kapolres Garut AKP Joko Prihatin mengungkapkan bahwa telah ada dua laporan dari korban kepada pihak kepolisian, namun Syafril masih dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Pada hari ini, berdasarkan investigasi awal yang dilakukan, diduga adanya pelecehan seksual terjadi pada tanggal 20 Juni 2024. Saat itu, Syafril sedang menjalankan prakteknya di suatu klinik di daerah Garut.

Akan tetapi, mulai Desember 2024, Syafril telah dikenal tidak lagi menjalankan prakteknya di area itu.

“Pelaku sudah tidak beroperasi di klinik sejak bulan Januari dan pergi dari Garut. Kami terus melakukan pencarian dan akan mengambil tindakan yang keras,” kata Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar.


Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta Pelecehan Seksual terhadap Tenaga Kerja Migran

Dokter tidak senonoh Dokter Syafril Firdaus rupanya terlibat dalam berbagai tindakan negatif.

Rupanya pernikahan dokter Syafril Firdaus berakhir dikarenakan perilakunya yang sering kali mengganggu pasien-pasiennya.

Rafithia Anandita serta dokter Syafril Firdaus resmi berpisah pada tanggal 9 Desember 2024 kemarin.

ternyata Syafril Firdaus terlibat dalam serangkaian tindakan negatif seperti kekerasan di rumah tangga terhadap Rafithia Anandita.

Syafril Firdaus bahkan berani bersikap kasar kepada putranya yang tertua.

Selain itu, Syafril Firdaus juga pernah berniat untuk merampas kehormatan asistennya.

Menurut informasi yang diambil dari website Mahkamah Agung, Putusan Pengadilan Negeri Bandung bernomor 5641/Pdt.G/2024/PA.Badg oleh Shafril Firdaus sudah sah dan berlaku.

Dalam keputusan itu dijelaskan secara tegas alasan Rafithia Anandita menuntut Syafril Firdaus.

Salah satunya adalah tindakan Syafril Firdaus yang merendahkan martabat pasiennya.

Selanjutnya, penyebab kedua adalah upaya pelecehan seksual yang dilakukan oleh Syafril Firdaus terhadap pembantu rumah tangga.

Terakhir, diketahui bahwa Syafril Firdaus diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan bersikap kasar terhadap putranya yang pertama.

Kasus KDRT itu telah dilaporkan kepada Polda Jawa Barat pada tanggal 19 September 2024 kemarin.

Gegerantara menghadapi Gegnagan selama berbulan-bulan hingga kini mulai dari September 2023, disertai perbedaan pendapat serta konflik yang tak henti-hentinya.

– Bahwa Tergugat diduga menderita gangguan seksual yang melibatkannya dalam tindakan pelecehan terhadap pasiennya dengan cara memegang-megang bagian tubuh tertentu pada pasien wanita secara tidak senonoh;

– Bahwa Tergugat sebelumnya nyaris melancarkan upaya pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga yang berada di tempat tinggal Milik Tergugat;

– Bahwa Tergugat telah menganiaya Penggugat di dalam rumah tangga berdasarkan Laporan Polisinya yang diterima dan dicatat sebagai Surat Tanda Terima Laporannya dengan Nomor:

STTLP/B/B/965/IX/2024/SPKT/POLRESTABES BANDUNG/POLDA JAWA BARAT di Bandung pada tanggal 19 September 2024.”

Dalam vonis itu disebut pula bahwa Syafril Firdaus sudah melancarkan tindakan kekerasan kepada anak pertamanya.


Muak kerap dapat laporan

Seorang wanita yang menggunakan akun X bernama @thiana*** menyampaikan kejenuhan dalam menangani tuduhan terkait perilaku M Syafril Firdaus.

Melalui tweet dari akun Twitter @thiana*** yang diposting pada 13 Februari 2025.

Perempuan bernama akrab Rafithia tersebut menyebut bahwa perceraian merupakan pilihan terbaik.

Ia merasa lebih bahagaia.

Berkat menjadi ayah atau ibu tunggal dengan status resmi sesuai hukum dan agama, saya merasa telah membuat pilihan terbaik mengingat situasi yang ada saat ini. Siapa sangka, hal tersebut justru membawa kepada suatu kegembiraan baru yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Akhirnya, saya bisa melepaskan diri dari segala kesedihan.

Rafithia menyampaikan bahwa apabila terdapat individu yang mengalami kerugian akibat Tuan Syafril Firdaus, mereka diminta agar langsung melakukan pelaporan.

Tetapi dia menyatakan bahwa tidak peduli tentang kebiasaan M Syafril Firdaus sebab hal tersebut tidak berhubungan dengannya.

Peringatan kepada mereka yang berada di luar sana: jika Anda merasa dirugikan oleh tindakan mantan suami saya, harap hubungi dia secara langsung dan jangan ganggu saya lagi. Saya sudah menerima begitu banyak keluhan hingga sekarang.

Berbagai jenis tindakan serta akibat dari apa pun yang ia lakukan sama sekali tak berhubungan lagi denganku atau keluargaku, terlebih lagi dengan ayahku.

Rafithia mengingatkan agar wanita yang merupakan korban jangan ragu untuk berbicara.

Kenyataannya, apa yang kita lihat di media sosial sering kali berbeda dengan kebenaran. Bagi semua wanita di luar sana, jangan pernah ragu untuk mengungkapkan suaramu dan meninggalkan hubungan yang merugikan.
tuliskan mantan istrinya seorang dokter kandungan, Rafithia, dua bulan yang lalu. (*)

Artikel ini sudah dipublikasi di Kompas.com dengan berjudul
Pelaku Pelecehan Seksual Dokter Kandungan Menjadi Dua Korban Tambahan


Perhatikan informasi terkini dari Zenium dot ID di sini.
Google News

Tags:

Share:

Leave a Comment